QRIS Jelajah Kuliner Perkuat Transaksi Digital Masyarakat Kalimantan Tengah 

PALANGKARAYA – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah memanfaatkan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 sebagai sarana memperluas penggunaan transaksi digital di tengah masyarakat.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) tersebut diikuti 29 tim yang masing-masing beranggotakan dua hingga tiga orang dengan mengusung sektor kuliner sebagai media edukasi dan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran.

Deputi Kepala KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah, Satria Febrino mengatakan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia merupakan agenda nasional yang dirancang untuk mempercepat digitalisasi sistem pembayaran secara inklusif dan berkelanjutan.

“QRIS Jelajah Indonesia tahun lalu mengangkat tema budaya, tahun ini mengangkat tema kuliner sebagai fokus kegiatan. QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah diikuti 29 tim yang terdiri dari dua atau tiga orang dalam satu tim,” kata Satria. Sabtu (11/7/2026).

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang mengangkat tema budaya, penyelenggaraan tahun ini difokuskan pada sektor kuliner karena dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas penggunaan transaksi digital di masyarakat.

Ia menjelaskan, sektor kuliner dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.

Melalui kompetisi tersebut, peserta diajak berinteraksi langsung dengan pelaku usaha kuliner sekaligus mempraktikkan penggunaan QRIS dalam setiap misi yang telah disiapkan panitia sehingga diharapkan mampu memperluas adopsi pembayaran digital di berbagai lapisan masyarakat.

Menurut Satria, mekanisme penyelenggaraan tetap dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari tingkat Kantor Perwakilan, kemudian berlanjut ke tingkat regional hingga nasional.

Skema tersebut memberikan kesempatan bagi peserta terbaik dari Kalimantan Tengah untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi sekaligus membawa pengalaman mengenai digitalisasi sistem pembayaran dari daerah ke tingkat nasional.

“Seperti tahun lalu, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari Kantor Perwakilan, Regional, hingga tingkat nasional. Tahun lalu, Tim Kalimantan Tengah berhasil mewakili Regional Kalimantan di tingkat nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Satria menegaskan bahwa QRIS Jelajah Kuliner Indonesia bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut juga menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk memahami berbagai kebijakan Bank Indonesia dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang terus berkembang.

Ia mengatakan peserta memperoleh pembekalan mengenai QRIS, BI-FAST, Kartu Kredit Indonesia (KKI), elektronifikasi transaksi pemerintah dan masyarakat, program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT), Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, manajemen risiko, pelindungan konsumen, Kebijakan Sistem Pembayaran (KKS), transportasi, hingga pengembangan sektor kuliner sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital nasional.

Di sisi lain, perkembangan penggunaan QRIS di Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang terus meningkat. Hingga Juli 2026, Bank Indonesia mencatat jumlah transaksi QRIS di wilayah tersebut hampir mencapai 20 juta transaksi.

Capaian itu dinilai mencerminkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital sebagai bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Dibandingkan dengan jumlah penduduk Kalimantan Tengah yang mendekati 2,9 juta penduduk, angka ini cukup luar biasa. Namun tantangan ke depan adalah menjadikan QRIS sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari,” terangnya.

Satria berharap QRIS Jelajah Kuliner Indonesia mampu melahirkan generasi muda yang menjadi agen edukasi transaksi digital di tengah masyarakat.

Selain meningkatkan literasi sistem pembayaran digital, kegiatan ini juga diharapkan memperluas implementasi QRIS pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pelaku usaha kuliner di Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data panitia, seleksi peserta telah dimulai sejak Mei 2026 dan tim terbaik akan mewakili Kalimantan Tengah pada ajang tingkat Regional yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Selama kompetisi, setiap tim menjalankan berbagai misi lapangan, membuat konten media sosial, mempromosikan merchant kuliner, serta melakukan dokumentasi dan penilaian merchant dengan dukungan modal transaksi sebesar Rp600.000 melalui akun QRIS.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, Bank Indonesia berharap semakin banyak generasi muda yang berperan aktif mempercepat digitalisasi sistem pembayaran sekaligus memperkuat daya saing UMKM di Kalimantan Tengah,” tutup Satria.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *