PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran sektor jasa keuangan dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan, salah satunya melalui pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan komoditas lainnya di Sumatera Selatan.
Kegiatan pelepasan ekspor tersebut dilakukan Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (21/04/2026).
“Pada pelaksanaan kegiatan ini, kita tidak hanya bicara tentang ekspor dan pemberdayaan UMKM, akan tetapi juga mendorong peran daerah sebagai motor pertumbuhan Indonesia, salah satunya melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah,” ujar Hernawan dalam kegiatan Sultan Muda XporA 2026. Selasa (21/04/2026).
Menurutnya, langkah ini menjadi upaya nyata dalam memperkuat peran pengusaha muda daerah agar mampu menembus pasar global melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif dan sektor riil yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa program Pengembangan Ekonomi Daerah yang dijalankan OJK sejalan dengan prioritas pemerintah, termasuk dalam mendukung kedaulatan pangan dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Program tersebut akan terus dikembangkan dengan memperluas cakupan wilayah serta meningkatkan variasi komoditas unggulan sesuai karakteristik masing-masing daerah.
“Program ini diharapkan mampu melahirkan pengusaha muda yang berdaya saing serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tandas Hernawan.
Disisi lain, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto menyampaikan bahwa pada tahap awal, komoditas kelapa dan produk turunannya diekspor ke Cina, Taiwan, dan Perancis, dengan rincian coconut shell charcoal sebanyak 46 ton dan coconut chips sebanyak 25 ton.
Selain itu, turut dilakukan ekspor lada hitam sebanyak 500 kilogram serta produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton dengan total nilai mencapai Rp1,6 miliar.
Melalui kerja sama yang terintegrasi, penguatan sektor riil terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas hasil, serta memperluas akses pasar hingga ke tingkat internasional.
Sektor jasa keuangan juga berperan aktif melalui penyediaan berbagai skema pembiayaan, mulai dari produksi hingga pemasaran ekspor, termasuk pembiayaan perdagangan (trade finance) dan Letter of Credit (L/C), serta perlindungan risiko melalui layanan asuransi.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyambut baik program Pengembangan Ekonomi Daerah yang diinisiasi OJK dan menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Keberhasilan yang dicapai pada hari ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungannya. Kami berharap kolaborasi yang baik senantiasa dapat terjalin dan berkontribusi menghasilkan Sultan Muda baru di masa yang akan datang,” kata Herman.
Anggota Komisi XI DPR RI, Bertu Merlas menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah agar program yang dijalankan dapat memberikan hasil optimal.
“Sumatera Selatan telah berhasil mencatatkan nilai ekspor yang lebih tinggi dari nilai impor. Kami mengapresiasi pencapaian dimaksud dan berkomitmen untuk menghasilkan kebijakan yang mendukung pemberdayaan ekonomi daerah,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 peserta dari kalangan pengusaha muda, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta masyarakat umum.
Program Sultan Muda XporA 2026 merupakan bagian dari inisiatif 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan yang bertujuan meningkatkan kewirausahaan, membuka lapangan kerja, serta mengembangkan industri kreatif di daerah.
Dukungan OJK juga diwujudkan melalui kehadiran Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) sebagai pusat pelatihan, inkubasi, dan pengembangan jejaring bisnis bagi para pelaku usaha muda.
Selain itu, dilakukan pula peresmian rebranding logo Sultan Muda Sumatera Selatan, peluncuran Sultan Muda HIPMI Card, serta pembentukan pusat kolaborasi ekonomi daerah untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan pembiayaan komoditas unggulan sebesar Rp869,29 miliar serta Letter of Credit ekspor senilai 209.723 dolar AS oleh lima bank sebagai bentuk dukungan nyata sektor jasa keuangan.(Red)
















