PALANGKARAYA – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 resmi dimulai secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Universitas Palangka Raya (UPR) yang menjadi salah satu dari 74 pusat UTBK di perguruan tinggi negeri.
Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU menyampaikan bahwa UTBK merupakan tahapan penting dalam proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) karena menjadi indikator utama dalam mengukur kemampuan akademik peserta.
“UTBK merupakan tahapan krusial dalam proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru karena di sinilah diukur kemampuan kognitif, penalaran serta potensi akademik peserta secara terstandar dan objektif,” ujar Salampak saat membuka pelaksanaan ujian, Senin (21/04/2026).
Ia menekankan bahwa pelaksanaan UTBK harus menjunjung tinggi prinsip integritas, kejujuran, dan profesionalisme, terlebih di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat dalam sistem seleksi pendidikan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi dalam pelaksanaan UTBK menjadi bagian dari transformasi sistem seleksi yang lebih modern, adaptif, dan transparan, sehingga mampu memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta dari berbagai daerah.
Selain itu, Rektor UPR juga menyampaikan bahwa jalur SNBT merupakan jalur kedua dalam SNPMB setelah sebelumnya dilaksanakan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Dari jalur SNBP, UPR telah menerima sebanyak 1.293 calon mahasiswa baru, di mana sekitar 87,70 persen di antaranya berasal dari sekolah di Provinsi Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut, UPR juga akan membuka jalur seleksi ketiga melalui Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Barat (SMMPTN-Barat) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat.
Pendaftaran jalur tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 4 Mei hingga 11 Juni 2026 dengan pelaksanaan ujian pada 17 hingga 24 Juni 2026 dan pengumuman hasil seleksi pada 30 Juni 2026.
Dengan pelaksanaan UTBK yang berjalan serentak dan terstandar, pihaknya berharap seluruh proses seleksi mahasiswa baru dapat berlangsung transparan, objektif, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta.
“Pelaksanaan UTBK ini diharapkan mampu menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta siap bersaing dalam dunia akademik dan pembangunan ke depan,” tandas Salampak.
Disisi lain, Wakil Rektor UPR Bidang Akademik yang juga Ketua Panitia UTBK SNBT UPR 2026, Dr. Natalina Asi, M.A, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan UTBK di UPR berlangsung di 10 ruang ujian yang tersebar di empat lokasi, yakni Gedung UTBK, Fakultas Kedokteran, Laboratorium Teknik Informatika, dan Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK).
“Jumlah peserta yang mengikuti ujian di UPR mencapai 4.519 orang, dengan mayoritas berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 4.438 peserta atau sekitar 98,21 persen dari total peserta,” kata Natalina.
Natalina menjelaskan bahwa panitia telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran ujian yang berlangsung dari 21 April hingga 2 Mei 2026 tersebut, termasuk layanan informasi dan bantuan teknis bagi peserta.
“Panitia juga menyiapkan layanan informasi dan bantuan teknis bagi peserta serta membekali petugas teknis dan pengawas ujian dengan pelatihan khusus guna memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar,” jelas Natalina.(sct)


















