PALANGKARAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menggencarkan edukasi literasi keuangan syariah kepada kalangan santri melalui Program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) di Pondok Pesantren Nurul Abshor, Kabupaten Katingan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 (GERAK Syariah) yang bertujuan memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren.
Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi OJK bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Katingan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk Cabang Palangka Raya, serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Katingan.
Melalui program tersebut, para santri mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik sesuai prinsip syariah, termasuk pentingnya menabung sejak dini, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengenal produk dan layanan keuangan syariah yang legal, aman, dan terpercaya.
Ketua Pondok Pesantren Nurul Abshor, H Rusdianoor menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh pemangku kepentingan atas terselenggaranya kegiatan literasi keuangan syariah tersebut di Kabupaten Katingan.
“Saya berharap melalui kegiatan ini para santri tidak hanya memiliki bekal ilmu keagamaan, tetapi juga mampu menerapkan pengelolaan keuangan yang baik dalam kehidupan sehari-hari serta menyebarkannya di lingkungan pesantren dan masyarakat,” ujar Rusdianoor.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya berakhlak dan berilmu, tetapi juga memiliki pemahaman pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah.
“Melalui Program SAKINAH, OJK mendorong para santri untuk memiliki literasi keuangan yang memadai sehingga mampu mengelola keuangan secara bijak serta memahami produk dan layanan keuangan syariah yang legal dan terpercaya,” kata Andrianto.
Ia menambahkan, para santri diharapkan dapat menjadi agen literasi keuangan syariah yang turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat pembangunan ekonomi daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Katingan yang diwakili Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Katingan, Markurius Abednegoe juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Katingan bersama OJK akan terus bersinergi menghadirkan berbagai program untuk memperluas akses keuangan bagi masyarakat, sekaligus mendorong para santri menjadi agen literasi keuangan di lingkungan pesantren,” jelas Markurius.
Kegiatan edukasi tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi pengelolaan keuangan syariah oleh narasumber dari OJK, MES Kabupaten Katingan, serta PT Bank Syariah Indonesia Palangka Raya, yang diikuti diskusi interaktif bersama para santri peserta kegiatan.(sct)
















