KKN Internasional BKS PTN Barat Perkuat Kolaborasi Global

AKADEMIKA13 Dilihat

TASIKMALAYA – Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Barat kembali memperkuat komitmen internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ini menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperluas pengalaman global mahasiswa.

Universitas Siliwangi (Unsil) dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggara KKN Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026 dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sebagai co-host.

Program tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri anggota BKS PTN Barat bersama mahasiswa internasional yang berasal dari Thailand, Pakistan, Malaysia, Bangladesh, Tanzania, India, dan Yaman.

Para peserta berkolaborasi melaksanakan berbagai program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada pengembangan potensi daerah, termasuk sektor ekowisata.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, sosial, budaya, dan kepemimpinan melalui interaksi langsung dengan masyarakat.

Keberhasilan penyelenggaraan KKN Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026 merupakan hasil sinergi antara perguruan tinggi anggota BKS PTN Barat, pemerintah daerah, panitia pelaksana, dosen pembimbing lapangan, mitra internasional, serta masyarakat di lokasi kegiatan.

Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor merupakan fondasi penting dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak.

Ketua BKS PTN Barat yang juga Rektor Universitas Palangka Raya(UPR), Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya KKN Internasional III PTN BKS Barat Tahun 2026.

“Keikutsertaan mahasiswa internasional dalam KKN ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi, memperluas pertukaran pengetahuan, membangun jejaring akademik, serta mempererat persahabatan antarbangsa,”

“KKN Internasional merupakan investasi strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, adaptif, berkarakter, dan memiliki daya saing global,” ujarnya. Senin (21/7/2026).

Prof. Salampak juga memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Universitas Siliwangi sebagai tuan rumah, ISBI Bandung sebagai co-host, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, seluruh perguruan tinggi anggota BKS PTN Barat, mitra internasional, serta mahasiswa dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, melalui program tersebut perguruan tinggi hadir memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, penguatan riset dan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dirinya menegaskan bahwa kampus harus mampu menjadi pusat ilmu pengetahuan yang menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia kembali menjelaskan, paradigma Kampus Berdampak menempatkan perguruan tinggi tidak hanya sebagai institusi yang mengejar capaian akademik, publikasi, maupun reputasi, tetapi juga diukur dari sejauh mana keberadaannya mampu memberikan perubahan positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang terpisah dari kehidupan masyarakat. Perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat ilmu pengetahuan yang menghasilkan inovasi, memberikan solusi, dan menghadirkan manfaat nyata,”

“Keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kontribusinya dalam memberikan perubahan positif bagi masyarakat,” katanya lebih dalam.

Kepada seluruh mahasiswa peserta KKN Internasional, Prof. Salampak berpesan agar mereka menjadi pembelajar yang rendah hati, mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum menawarkan solusi, serta menjadikan kegiatan pengabdian sebagai proses pembentukan karakter kepemimpinan, empati, integritas, dan kepedulian sosial.

Pelaksanaan KKN Internasional bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan upaya menyiapkan generasi muda yang mampu belajar dari masyarakat, mengabdikan ilmu pengetahuan, membangun jejaring lintas budaya, serta membawa nama baik perguruan tinggi dan bangsa di tingkat global.

“KKN Internasional juga merupakan bagian dari diplomasi akademik Indonesia. Mahasiswa dan dosen menjadi duta intelektual bangsa yang membawa nilai integritas, profesionalisme, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat gotong royong,” tutup Prof. Salampak.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *