SEAMEO BIOTROP dan UPR Perkuat Kompetensi Guru Kelola Lahan Suboptimal

AKADEMIKA79 Dilihat

PALANGKARAYA – Kegiatan Pelatihan Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan Suboptimal hasil kerja sama SEAMEO BIOTROP dengan Universitas Palangka Raya (UPR) menjadi wadah peningkatan kapasitas guru dalam memahami pengelolaan lahan.

Pelatihan yang berlangsung di Ruang Teater B, Lantai 6 Gedung PPIIG UPR itu dilaksanakan selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Juli 2026, dengan puluhan peserta yang merupakan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Palangka Raya.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi mengenai konsep, tantangan, hingga strategi pengelolaan lahan suboptimal yang adaptif terhadap perkembangan lingkungan.

Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi dalam mendukung pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan.

Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr.rer.nat. Doni Yusri, S.P., M.M menjelaskan bahwa pelatihan pengelolaan dan pemanfaatan lahan suboptimal merupakan salah satu program yang diinisiasi SEAMEO BIOTROP di tahun ini.

“Lahan suboptimal adalah lahan yang ada, tetapi harus dikelola secara optimal sehingga memberikan manfaat. Kalau dibiarkan atau tidak dikelola, lahan tersebut tidak akan menghasilkan sesuatu seperti yang diharapkan. Karena itu, pengelolaan yang tepat menjadi sangat penting agar potensi lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya. Kamis (23/7/2026).

Doni berharap materi yang diterima para guru selama pelatihan dapat diteruskan kepada peserta didik di sekolah masing-masing.

Menurutnya, pengetahuan mengenai pengelolaan lahan sejak dini akan menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pemanfaatan lahan di masa depan.

Ia juga mengharapkan seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam praktik sederhana di lingkungan sekitar.

Salah satu contoh yang dapat dilakukan ialah penerapan sistem biopori pada lahan suboptimal sebagai langkah nyata dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa SEAMEO BIOTROP memiliki peran strategis dalam pengembangan pengelolaan lahan suboptimal melalui berbagai kegiatan riset tropika berbasis mitigasi, penyediaan model demonstrasi pengelolaan lahan, serta program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, akademisi sekaligus salah satu pakar lahan gambut Universitas Palangka Raya, Dr. Ir. Adi Jaya, M.Si menilai kerja sama SEAMEO BIOTROP dengan UPR memberikan kontribusi positif dalam mendukung terwujudnya konsep kampus yang berdampak bagi masyarakat melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

“Dengan modul-modul yang diberikan oleh SEAMEO BIOTROP, tentunya para peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan selanjutnya dapat menerapkannya di tengah masyarakat. Hal ini menjadi nilai tambah karena materi yang diberikan bersifat praktis dan aplikatif,” katanya.

Adi mengaku bersyukur UPR mendapat kesempatan menjalin kerja sama dengan SEAMEO BIOTROP di tengah banyaknya perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas melalui program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan, misalnya melalui pembangunan demplot pengelolaan lahan suboptimal,”

“Mengingat Kalimantan Tengah memiliki lahan suboptimal yang cukup luas, teknologi-teknologi praktis seperti inilah yang perlu terus dikembangkan karena memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Salah seorang peserta pelatihan, Ririn mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.

Selain memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan lahan suboptimal, ia juga mendapat kesempatan memperluas jejaring dan bertukar pengalaman dengan guru-guru dari berbagai sekolah.

“Kegiatan ini menurut kami sangat luar biasa. Kami mendapatkan pengetahuan baru, pengalaman, sekaligus kesempatan berkolaborasi dengan guru-guru dari berbagai sekolah,”

“Selama ini kami lebih banyak berinteraksi dengan siswa, sehingga forum seperti ini memberikan pengalaman yang lebih bermakna karena dapat saling bertukar ide dan wawasan dengan sesama pendidik.” jelas Ririn.

Ririn berharap kerja sama antara SEAMEO BIOTROP dan Universitas Palangka Raya tidak berhenti pada pelatihan kali ini.

Menurutnya, program lanjutan berupa kolaborasi penelitian maupun penyusunan buku sangat diperlukan agar ilmu yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi referensi bagi guru serta peserta didik.

“Akan sangat baik apabila ada program lanjutan mengenai pengelolaan dan pemanfaatan lahan suboptimal, baik dalam bentuk kolaborasi penelitian maupun penyusunan buku yang dapat menjadi referensi bagi guru dan peserta didik,” tutup Ririn.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *