OJK dan BEI Edukasi Komunitas Sepeda Tingkatkan Inklusi Investasi Pasar Modal 

PALANGKARAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal yang dirangkai dengan pembukaan rekening investasi bagi Komunitas Sepeda Palangka Raya.

Kegiatan yang berlangsung di Muhammad Subuh Center, Sei Gohong, tersebut menjadi bagian dari rangkaian Palangka Raya Bersepeda yang digelar Komunitas Hakumpul Seli (HASI) dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Kota Palangka Raya dan Hari Ulang Tahun ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya.

Melalui kegiatan tersebut, OJK dan BEI Kalimantan Tengah berupaya meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat, khususnya di sektor pasar modal.

Para peserta tidak hanya memperoleh edukasi mengenai investasi, tetapi juga difasilitasi untuk membuka rekening investasi sebagai langkah awal menjadi investor di pasar modal Indonesia.

Program tersebut juga menjadi bagian dari Road to SEPMT 2026 yang menargetkan terbentuknya 1.000 Single Investor Identification (SID) baru di Kalimantan Tengah sepanjang 2026. Sasaran itu diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang legal, aman, dan berada di bawah pengawasan otoritas.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah melalui Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMST), Noor Bima Haru Kurniawan mengatakan edukasi keuangan menjadi langkah penting dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola keuangan secara sehat dan berkelanjutan.

“Bersepeda mengajarkan kita pentingnya menjaga kebugaran melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Prinsip yang sama juga berlaku dalam menjaga kesehatan finansial. Kondisi keuangan yang sehat dibangun melalui perencanaan yang baik, pengelolaan pengeluaran secara disiplin, serta investasi yang dilakukan secara rutin dan sesuai dengan kemampuan,” ujarnya. Sabtu (18/7/2026).

Bima menjelaskan, melalui Sekolah Pasar Modal, peserta didorong untuk memahami pentingnya berinvestasi menggunakan instrumen yang legal, diawasi oleh regulator, serta disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijaksana dan terhindar dari berbagai bentuk investasi ilegal.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi edukasi secara interaktif dengan antusias tinggi. Berbagai pertanyaan mengenai pengelolaan keuangan, investasi, hingga produk dan layanan di sektor pasar modal disampaikan peserta kepada narasumber, mencerminkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan.

Selain memperoleh pemahaman mengenai investasi, peserta juga memanfaatkan kesempatan untuk membuka rekening investasi pasar modal.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong lahirnya investor-investor baru di Kalimantan Tengah yang memahami manfaat investasi jangka panjang.

OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama BEI Kalimantan Tengah terus memperluas jangkauan edukasi ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk komunitas.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan tingkat inklusi keuangan di daerah.

“Melalui sinergi antara OJK Provinsi Kalimantan Tengah, BEI Kalimantan Tengah, dan Komunitas HASI Palangka Raya, kami berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda dan anggota komunitas, yang memiliki pemahaman memadai mengenai pasar modal serta mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara legal, aman, dan bertanggung jawab,” tutup Bima. (sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *