PALANGKARAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi secara month-to-month (m-to-m) sebesar 0,23 persen pada Juni 2026.
Kenaikan tersebut ditandai dengan meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,35 pada Mei 2026 menjadi 112,61 pada Juni 2026.
Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami mengatakan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan di provinsi tersebut.
“Kelompok transportasi memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 0,25 persen,”
“Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month yaitu bensin (0,24 persen), bawang merah (0,07 persen), minyak goreng (0,06 persen), serta ikan patin dan pelumas/oli mesin (masing-masing 0,03 persen),” ungkapnya, Selasa (1/7/2026).
Maria menjelaskan, kenaikan harga pada sejumlah komoditas tersebut menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya inflasi selama Juni 2026.
Kelompok transportasi memberikan kontribusi paling besar, terutama akibat meningkatnya harga bensin.
Selain bensin, inflasi bulanan juga dipengaruhi kenaikan harga bawang merah, minyak goreng, ikan patin, serta pelumas atau oli mesin yang turut memberikan andil terhadap peningkatan Indeks Harga Konsumen di Kalimantan Tengah.
Secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 4,47 persen. Sementara itu, inflasi secara tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) hingga Juni 2026 tercatat sebesar 2,39 persen.
Menurut Maria, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi tahunan di Kalimantan Tengah dengan andil mencapai 2,37 persen.
“Secara year-on-year, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 2,37 persen,”
“Komoditas yang memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi year-on-year antara lain beras (0,67 persen), emas perhiasan (0,58 persen), bensin (0,25 persen), ikan nila (0,24 persen), dan minyak goreng (0,21 persen),” jelasnya menambahkan.
BPS juga mencatat seluruh kabupaten dan kota yang menjadi lokasi pemantauan Indeks Harga Konsumen di Kalimantan Tengah mengalami inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan.
Maria mengatakan hasil pemantauan di empat kabupaten/kota IHK menunjukkan tidak ada daerah yang mengalami deflasi pada Juni 2026. Kondisi tersebut mencerminkan adanya kenaikan harga yang relatif merata di wilayah pemantauan.
“Hasil pemantauan BPS pada keempat kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah, secara month-to-month dan year-on-year, seluruh kabupaten/kota mengalami inflasi,” ujarnya lagi.
Ia menambahkan, salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan inflasi pada Juni 2026 adalah adanya penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina yang dilakukan sebanyak dua kali selama bulan tersebut.
Kondisi itu turut memberikan dampak terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas dan kelompok pengeluaran di Kalimantan Tengah. (sct)
















