PALANGKARAYA – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah menilai investasi perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, sektor perkebunan kelapa sawit tidak hanya berperan dalam meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja, mendorong pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Investasi kelapa sawit dapat dikatakan sebagai tulang punggung ekonomi, karena lebih dari sepertiga penduduknya bergantung pada sektor ini,” ujarnya, Sabtu (15/3/2025).
Meski demikian, Nafsiah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengelolaan sektor perkebunan kelapa sawit di daerah.
Salah satu persoalan yang dinilai masih perlu dibenahi yakni pelaksanaan kemitraan plasma yang hingga saat ini belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pekebun rakyat.
“Ada banyak pekebun rakyat yang belum merasakan atau mendapatkan manfaat yang proporsional, terutama dalam pembagian keuntungan, akses terhadap teknologi, serta pendampingan teknis dari perusahaan besar swasta,” jelasnya.
Selain itu, konflik lahan antara masyarakat adat, petani lokal, dan perusahaan besar swasta juga masih sering terjadi di sejumlah wilayah.
Menurut Nafsiah, persoalan tersebut kerap berlarut-larut akibat kurangnya kejelasan dalam pengelolaan serta penegakan hukum terkait hak atas tanah.
“Situasi ini tidak hanya menghambat pengembangan sektor perkebunan tetapi juga dapat menciptakan ketidakstabilan sosial di sejumlah wilayah,” pungkasnya.(*)














