PALANGKARAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat perekonomian Kalimantan Tengah pada triwulan II 2026 tetap menunjukkan kinerja positif. Secara tahunan atau year on year (y-on-y), ekonomi daerah ini tumbuh sebesar 3,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, S.Si., M.Eng menjelaskan bahwa selain tumbuh secara tahunan, perekonomian Kalimantan Tengah juga mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.
Hal tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor masih bergerak positif di tengah dinamika perekonomian nasional dan global.
“Jika dilihat secara quarter to quarter (q-to-q), perekonomian Kalimantan Tengah mengalami peningkatan sebesar 2,25 persen. Perekonomian Kalimantan Tengah berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) triwulan II 2026 mencapai Rp64,7 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp31,5 triliun,” kata Toto, Rabu (05/08/2028).
Ia menjelaskan, struktur PDRB Kalimantan Tengah berdasarkan lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 23,53 persen.
Posisi berikutnya ditempati Industri Pengolahan sebesar 17,16 persen serta sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 12,68 persen.
Menurut Toto, tiga lapangan usaha tersebut menjadi penopang utama perekonomian Kalimantan Tengah karena secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 53,37 persen terhadap total PDRB daerah.
Kondisi ini ujarnya menambahkan menunjukkan sektor primer dan industri pengolahan masih menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi di provinsi ini.
Dari sisi pengeluaran, struktur PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 didominasi oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa dengan kontribusi sebesar 57,44 persen.
Selanjutnya diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 36,63 persen, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 35,49 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 10,88 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 1,53 persen, serta Komponen Perubahan Inventori sebesar 0,23 persen.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa yang merupakan komponen pengurang dalam perhitungan PDRB menurut pengeluaran tercatat memberikan kontribusi sebesar 42,19 persen.
Data tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan luar daerah masih menjadi bagian penting dalam struktur perekonomian Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut, Toto menyampaikan bahwa berdasarkan pendekatan produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi secara tahunan terjadi pada kategori Pengadaan Listrik dan Gas yang tumbuh sebesar 13,50 persen.
Adapun dari pendekatan pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang meningkat sebesar 4,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara spasial, perekonomian di Pulau Kalimantan pada triwulan II 2026 masih didominasi oleh Provinsi Kalimantan Timur dengan kontribusi sebesar 46,70 persen terhadap total perekonomian regional. Sementara itu, Kalimantan Tengah berada di posisi keempat dengan kontribusi sebesar 12,25 persen.
“Data ini menunjukkan bahwa perekonomian Kalimantan Tengah tetap tumbuh positif pada triwulan II 2026. Struktur ekonomi masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan,”
“sementara dari sisi pengeluaran ekspor barang dan jasa masih menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa aktivitas ekonomi daerah terus berjalan dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian wilayah Kalimantan,” tutup Toto.(sct)


















