OJK Gandeng PKK Perkuat Literasi Keuangan Perempuan Indonesia

Uncategorized16 Dilihat

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan perempuan sebagai langkah memperkuat kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dalam memperluas edukasi keuangan kepada perempuan di seluruh Indonesia.

“kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus meningkatkan peran perempuan sebagai penggerak kesejahteraan keluarga di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin dinamis,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi saat memberikan edukasi keuangan kepada ribuan anggota TP-PKK dalam rangka Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (09/06/2026).

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Perempuan Berdaya Finansial: Literasi Keuangan Keluarga untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” tersebut, Friderica menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial.

Karena itu, peningkatan literasi keuangan bagi perempuan dinilai penting untuk menciptakan keluarga yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

“Literasi keuangan bagi perempuan bukan hanya tentang memahami uang, tetapi tentang membangun keluarga yang tangguh, melahirkan generasi yang cerdas finansial, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya menambahkan.

Menurut Friderica, program edukasi keuangan bagi perempuan sejalan dengan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) yang menempatkan perempuan sebagai salah satu segmen prioritas.

Perempuan dinilai memiliki peran besar dalam keluarga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perekonomian nasional secara keseluruhan.

Ia menjelaskan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan perempuan tidak hanya menjadi agenda edukasi semata, tetapi juga merupakan strategi pemberdayaan yang mampu menciptakan keluarga yang lebih mandiri dan ekonomi yang lebih inklusif.

“Melalui edukasi yang berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak perempuan, OJK berharap kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan semakin kuat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta terhindar dari berbagai aktivitas keuangan ilegal,” tandas Friderica.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono mengatakan perempuan memiliki peran penting sebagai pengelola keuangan keluarga sekaligus fondasi kesejahteraan masyarakat.

“Perempuan, khususnya Ibu-Ibu PKK, adalah kunci ketahanan keuangan keluarga sekaligus fondasi kesejahteraan masyarakat. Ketika perempuan berdaya secara finansial, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas,” kata Dicky.

Dicky menambahkan bahwa perempuan saat ini tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak ekonomi.

Oleh sebab itu, peningkatan literasi keuangan perempuan akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi ekonomi keluarga hingga tingkat nasional.

Menurutnya, OJK juga mendorong para anggota PKK untuk menjadi duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang bijak dapat ditularkan kepada keluarga maupun masyarakat sekitar.

Disisi lain, Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK yang terus menghadirkan program edukasi keuangan bagi perempuan.

Ia menilai literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membangun kesejahteraan keluarga dan meningkatkan kemampuan perempuan dalam menghadapi berbagai risiko keuangan.

“Literasi keuangan adalah fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, perempuan menjadi lebih tangguh dalam mengelola keuangan dan terhindar dari praktik keuangan ilegal,” ujarnya.

Tri berharap program edukasi keuangan dapat terus diperluas hingga menjangkau perempuan di berbagai daerah.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyebarluaskan pemahaman pengelolaan keuangan yang sehat, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid tersebut diikuti sekitar 4.000 anggota TP-PKK dari seluruh Indonesia, terdiri atas 1.000 peserta yang hadir secara langsung dan 3.000 peserta yang mengikuti secara daring.

Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan keuangan keluarga, pengelolaan aset, investasi yang aman, serta pemanfaatan teknologi finansial secara cerdas dan bertanggung jawab.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *