Mahasiswa UPR Hadirkan Rocket Stove Atasi Sampah di Desa Gumpa

AKADEMIKA, HEADLINE70 Dilihat

TAMIANG LAYANG – Mahasiswa KKN-T Literasi Periode I Universitas Palangka Raya (UPR) Kelompok 19 menghadirkan inovasi Rocket Stove atau insinerator minim asap di Desa Gumpa, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur.

Inovasi tersebut menjadi salah satu program kerja unggulan mahasiswa untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Pembangunan Rocket Stove dilatarbelakangi kondisi pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Dusun Timur yang masih menghadapi keterbatasan sarana.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mengurangi volume sampah sekaligus mendorong pengelolaan sampah secara lebih bertanggung jawab.

Ketua KKN-T Literasi Kelompok 19, Dhany Setya Handary mengatakan pembangunan Rocket Stove merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

“Kami berharap ke depan setiap RT di Desa Gumpa, bahkan di seluruh wilayah Kecamatan Dusun Timur, dapat memiliki Rocket Stove sebagai solusi pengelolaan sampah,”

“Mengingat Kecamatan Dusun Timur belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA), inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang bermanfaat sekaligus menginspirasi masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan lebih bertanggung jawab,” ujar Dhany.

Rocket Stove merupakan insinerator sederhana yang dirancang dengan sistem pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan panas tinggi dengan asap lebih minim dibandingkan pembakaran terbuka.

Meski demikian, penggunaannya tetap membutuhkan pemilahan sampah agar material yang dibakar sesuai dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan.

Mahasiswa KKN-T Literasi Kelompok 19 juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai jenis sampah yang dapat dibakar.

Pemilahan menjadi bagian penting karena tidak seluruh jenis sampah aman untuk diproses melalui pembakaran menggunakan Rocket Stove.

Selain membantu mengurangi volume sampah, abu yang dihasilkan dari pembakaran bahan organik tertentu juga dapat dimanfaatkan.

Abu dari daun kering, ranting, dan limbah kayu yang tidak diberi perlakuan kimia dapat digunakan sebagai campuran kompos, sumber unsur hara kalium (K) dan kalsium (Ca), serta membantu menetralkan tanah yang terlalu asam.

Namun, abu dari pembakaran sampah anorganik atau bahan berbahaya seperti plastik, karet, baterai, dan limbah elektronik tidak dianjurkan digunakan untuk pertanian.

Material tersebut harus dikelola secara hati-hati karena berpotensi mengandung bahan yang dapat mencemari lingkungan.

Program Rocket Stove tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu yang diprakarsai Dhany Setya Handary dari Fakultas Kedokteran Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, bersama Ainur Rohim dari Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil, serta Ahmad Mujadin dari Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Program Studi Kehutanan, Universitas Palangka Raya.

Kolaborasi tersebut memadukan aspek kesehatan lingkungan, teknik konstruksi, dan pelestarian lingkungan.

Pendekatan lintas disiplin tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan kebutuhan lingkungan di Desa Gumpa.

Edukasi mengenai pemilahan sampah menjadi bagian penting agar inovasi tersebut digunakan secara tepat dan tetap memperhatikan aspek kesehatan serta kelestarian lingkungan.

Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi langkah awal untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik.

Dengan pemanfaatan teknologi sederhana yang disertai edukasi dan pengelolaan yang tepat, Desa Gumpa diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Gumpa, Imanuel, S.P menyambut baik inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN-T Literasi Kelompok 19. Menurutnya, Rocket Stove menjadi salah satu solusi yang relevan dengan kondisi desa, terutama di tengah keterbatasan sarana pengelolaan sampah.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dibawa oleh adik-adik mahasiswa KKN Universitas Palangka Raya. Rocket Stove ini merupakan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Gumpa,”

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama, serta menjadi contoh yang dapat dikembangkan di setiap RT maupun desa-desa lain di Kecamatan Dusun Timur. Pemerintah Desa Gumpa siap mendukung berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap Imanuel.

Melalui program tersebut, KKN-T Literasi Kelompok 19 berharap Rocket Stove tidak hanya menjadi fasilitas di Desa Gumpa, tetapi juga dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kabupaten Barito Timur.

“Inovasi tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif dalam menghadapi keterbatasan sarana pengelolaan sampah di wilayah pedesaan. Kehadiran Rocket Stove sekaligus mendorong masyarakat mengurangi praktik pembakaran sampah secara sembarangan,” katanya menambahkan.

Pihaknya berharap inovasi ini dapat terus dimanfaatkan, dirawat, dan dikembangkan bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *