PALANGKARAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh menyampaikan bahwa keterlibatan langsung mahasiswa dalam menyampaikan kebutuhan menjadi bagian penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, khususnya di sektor pendidikan dan lingkungan.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan arah kebijakan pembangunan, sehingga setiap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program yang tepat sasaran,” ujarnya saat melaksanakan reses di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya belum lama ini.
Dalam forum tersebut, mahasiswa IAKN menyampaikan beragam usulan yang mencerminkan kebutuhan nyata di lingkungan kampus maupun sekitarnya.
Salah satunya disampaikan Riki, mahasiswa yang mengusulkan penyediaan depo sampah di kawasan Jalan G Obos 20 dan G Obos 24.
Ia menilai, keberadaan depo sampah sangat penting untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik, sekaligus menjaga kebersihan di sekitar kawasan kampus.
Sementara itu, Rindi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAKN mengusulkan pengadaan buku-buku literatur untuk mendukung penulisan tugas akhir, khususnya pada program studi teologi dan psikologi.
Selain itu, ia juga mengusulkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di lingkungan kampus guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan aktivitas mahasiswa.
Mahasiswa Program Studi Musik Gereja semester enam, Meskodi turut menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan sarana penunjang pembelajaran praktik.
Ia mengusulkan penambahan alat musik serta pemasangan peredam suara agar kegiatan praktik tidak mengganggu kelas lain.
Meskodi juga menyoroti kebutuhan literatur musik yang masih terbatas serta mengusulkan kembali adanya beasiswa, termasuk beasiswa PPA jalur prestasi, yang dinilai sangat membantu mahasiswa namun terdampak kebijakan efisiensi anggaran.
Selanjutnya, mahasiswa tingkat akhir asal Papua, Dolpi mengajukan permohonan dukungan dana untuk menyelesaikan tugas akhir melalui pagelaran atau pertunjukan seni sebagai bagian dari proses akademik.
Ia juga mengusulkan pengadaan alat musik tradisional, busana tradisional, serta peningkatan fasilitas ruang seni yang dinilai masih belum memadai untuk mendukung pengembangan kreativitas mahasiswa.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ketua DPW Partai NasDem Kalteng ini menegaskan bahwa seluruh usulan akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa dan pengembangan lingkungan kampus.
“Setiap aspirasi yang disampaikan akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan mahasiswa dan masyarakat secara luas,” kata Faridawaty menambahkan.
Ia menilai, peningkatan fasilitas pendidikan, dukungan terhadap kegiatan seni, serta penguatan aspek lingkungan dan keamanan merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem kampus yang berkualitas.(sct)


















