Pendidikan dan Kesehatan Fondasi Utama Tingkatkan Kualitas SDM di Daerah

PALANGKARAYA – Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Tengah menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Anggota Fraksi Partai Golkar, Siti Nafsiah menyampaikan bahwa rendahnya serapan program pelatihan vokasional yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja menjadi perhatian serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah daerah.

“Peningkatan infrastruktur sekolah, digitalisasi pembelajaran, penguatan Balai Latihan Kerja (BLK), serta pemenuhan tenaga pendidik di daerah terpencil khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) harus menjadi prioritas dalam tahun anggaran berikutnya,” ujar Siti Nafsiah belum lama ini.

Ia menilai reformasi pendidikan perlu dipercepat dengan mengedepankan keterkaitan antara pendidikan formal dan kebutuhan tenaga kerja lokal, terutama pada sektor strategis seperti pertanian modern, pariwisata, dan industri pengolahan.

Di sektor kesehatan, Siti Nafsiah mengakui adanya kemajuan seperti penurunan angka stunting, namun masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya kekurangan tenaga medis, keterbatasan alat kesehatan, serta belum optimalnya integrasi sistem rujukan antar fasilitas layanan kesehatan.

“Pemprov Kalteng harus memastikan distribusi tenaga kesehatan sesuai kebutuhan riil, serta memperluas cakupan jaminan kesehatan daerah yang inklusif bagi kelompok masyarakat rentan,” tegasnya menambahkan.

Menurutnya, pemerintah perlu mengintegrasikan berbagai program kemiskinan, perlindungan anak, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia ke dalam satu sistem pelayanan sosial berbasis data dan digital agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Di sisi lain, ketahanan pangan daerah juga menjadi perhatian serius. Ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, seperti telur, daging sapi, dan ayam, dinilai menunjukkan masih lemahnya kapasitas produksi lokal.

“Diversifikasi pangan berbasis komoditas lokal perlu didorong secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Program intensifikasi dan modernisasi pertanian harus diiringi dengan penyediaan akses pembiayaan murah, penguatan kelembagaan petani, dan perluasan pasar,” paparnya.

Dirinya juga menegaskan pentingnya perlindungan lahan pertanian melalui penguatan regulasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta pemberian insentif bagi petani agar tetap produktif dan berkelanjutan.

Dalam aspek energi, Fraksi Partai Golkar mendukung peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Kalimantan Tengah, termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), serta sistem energi mandiri di desa.

Siti Nafsiah menambahkan bahwa pemerintah daerah perlu menyusun peta jalan transisi energi yang jelas, sekaligus mempercepat pengaturan zonasi air tanah dan memastikan aktivitas pertambangan rakyat berjalan secara legal serta ramah lingkungan.

“Pemerintah harus menyusun peta jalan transisi energi daerah, mempercepat zonasi air tanah, serta memastikan pertambangan rakyat berjalan secara legal dan ramah lingkungan,” tandas Siti.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *