Festival Literasi Harati Perkuat Budaya Baca Generasi Muda

BARITO SELATAN13 Dilihat

BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar talk show bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka Festival Literasi Harati Tahun 2026 di Aula Bapperida Barito Selatan, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya literasi di masyarakat sekaligus momentum peringatan Hari Buku Dunia, dengan melibatkan pelajar, pemangku kepentingan, serta komunitas literasi di daerah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Adi Nugroho menyampaikan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membangun daya saing masyarakat di tengah perkembangan zaman.

“Dengan buku kita dapat mempelajari kehidupan, buku adalah jendela dunia, buku adalah teman sejati. Festival Literasi Harati menjadi momentum sebagai pengingat penting bagi kita untuk berdaya saing dan menumbuhkan budaya literasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan pelaksanaan keempat di Kabupaten Barito Selatan yang mengedepankan penguatan literasi secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, kata dia, pendekatan literasi juga diintegrasikan dengan edukasi ekonomi, termasuk pemahaman inflasi dan kebanksentralan.

Berbagai kegiatan turut digelar dalam rangkaian festival, seperti lomba menulis cerpen, lomba vlog bertema “Aku dan Perpustakaan”, serta bedah buku pada puncak acara.

Adi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Wakil Bupati, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atas dukungan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Festival Literasi Harati di daerahnya.

Menurutnya, literasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Kami menyambut baik integrasi edukasi literasi ekonomi, inflasi, dan kebanksentralan dalam kegiatan ini. Edukasi semacam ini sangat penting, terutama bagi generasi muda, agar memiliki pemahaman yang baik tentang stabilitas harga, ketahanan pangan, serta pola konsumsi yang bijak, hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung pengendalian inflasi dan penguatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, serta mengambil keputusan secara cerdas dan bertanggung jawab.

Khristianto menilai tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities” sangat relevan dalam menyiapkan masyarakat Barito Selatan yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, lanjutnya, akan terus mendukung penguatan literasi sebagai bagian dari pembangunan daerah.

“Literasi harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat agar mampu mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan,” tandas Khristianto.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *