PALANGKARAYA – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Sirajul Rahman menekankan pentingnya penyelarasan program pelatihan tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang berkembang di daerah.
“Daya saing tenaga kerja kita bisa unggul kalau pelatihan yang diberikan memang benar-benar sesuai kebutuhan lapangan,” ujar Sirajul Rahman belum lama ini.
Menurut Sirajul, relevansi pelatihan menjadi faktor penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing serta siap terserap di dunia kerja.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan pelatihan tenaga kerja harus didasarkan pada analisa kebutuhan dunia usaha dan industri, sehingga lulusan pelatihan memiliki keterampilan yang relevan dengan sektor-sektor yang membutuhkan tenaga kerja.
“Kalau hanya mengejar target pelatihan tanpa melihat kebutuhan nyata, maka manfaatnya tidak akan maksimal,” katanya menambahkan.
Sirajul berharap pemerintah daerah dapat membangun sinergi yang kuat dengan dunia usaha dan industri dalam merancang program pelatihan yang kontekstual serta memiliki standar kualitas yang baik.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan sektor industri akan menjadikan pelatihan tenaga kerja lebih relevan dan tepat sasaran.
Ia juga menyebut sejumlah bidang pelatihan yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan di Kalimantan Tengah, seperti otomotif, teknik, teknologi informasi, serta pertanian berbasis digital.
“Dengan pelatihan yang tepat sasaran, tenaga kerja lokal bisa menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja oleh investor dan perusahaan,” ungkapnya.
Sirajul turut mengingatkan agar anggaran pelatihan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak hanya habis untuk kegiatan yang bersifat seremonial tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita harus pastikan anggaran pelatihan benar-benar bermanfaat dan mendongkrak kapasitas SDM lokal,” tandasnya.(Red/Adv)
















