Rumah Oksigen Gratis Barsel Layani Warga Terdampak Karhutla

BARITO SELATAN242 Dilihat

BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) meluncurkan Rumah Oksigen Gratis bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (01/09/2026).

Fasilitas pelayanan kesehatan tersebut beroperasi di Jalan Pembangunan, tepat di depan Masjid As Sunah Buntok.

Rumah Oksigen Gratis tersebut diluncurkan Bupati Barito Selatan, Dr. H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Barito Selatan, Dr. Hj. Permana Sari, S.Si., M.M., MBA.

Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari respons Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kabut asap akibat karhutla.

Rumah Oksigen Gratis menyediakan sejumlah layanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, masker gratis, konsultasi gratis, pengobatan gratis bagi warga yang membutuhkan, pemberian suplemen vitamin, oksigen gratis, serta minuman gratis.

Pelayanan di Rumah Oksigen Gratis terbuka bagi seluruh kelompok usia. Masyarakat yang datang juga tidak membutuhkan rujukan untuk mendapatkan pelayanan.

Cukup menunjukkan KTP, warga yang membutuhkan dapat langsung memperoleh layanan kesehatan sesuai kondisi yang dikeluhkan.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan sekaligus Plt. Kepala RSUD Jaraga Sasameh Buntok, dr. H. Dadang Baskoro Nugroho, Sp.PD, FINASIM mengatakan, pembukaan Rumah Oksigen Gratis merupakan tindak lanjut arahan Bupati Barito Selatan kepada Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak karhutla.

“Ini merupakan salah satu respons cepat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Barsel. Rumah Sakit dan Puskesmas tetap berjalan, sedangkan Rumah Oksigen ini menangani kalau ada masyarakat atau pasien dengan keluhan yang sifatnya sementara atau ringan bisa datang ke sini,” kata dr. Dadang.

Menurut dr. Dadang, keberadaan Rumah Oksigen Gratis melengkapi pelayanan kesehatan yang tetap berjalan di rumah sakit dan puskesmas. Fasilitas tersebut difungsikan untuk memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kondisi lingkungan dan paparan asap karhutla.

Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan ringan atau sementara dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal.

Selain itu, warga juga dapat memperoleh konsultasi serta kebutuhan pendukung seperti masker, vitamin, minuman, dan oksigen sesuai kondisi pelayanan yang tersedia.

Namun, pelayanan di Rumah Oksigen Gratis tetap memiliki batas penanganan. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi pasien membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, pasien akan diarahkan untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan yang sesuai.

“Kalau dari sini kondisinya memang berat, maka akan kita rujuk ke rumah sakit. Jadi, Rumah Oksigen ini menjadi bagian dari respons cepat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan akibat dampak karhutla,” kata dr. Dadang.

Dengan dibukanya fasilitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah bagi warga terdampak karhutla. Pelayanan tanpa rujukan dan cukup menggunakan KTP diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh pertolongan ketika mengalami gangguan kesehatan.

Rumah Oksigen Gratis juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan di tengah kondisi karhutla. Sementara pelayanan rutin di rumah sakit dan puskesmas tetap berlangsung, fasilitas ini disiapkan untuk memberikan respons awal terhadap keluhan kesehatan warga terdampak.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Kesehatan juga mengarahkan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut sesuai kebutuhan. Bagi warga dengan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, sistem rujukan tetap dilakukan agar pasien memperoleh pelayanan medis yang sesuai.

“Rumah Oksigen ini kami siapkan untuk memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat yang terdampak karhutla, terutama bagi mereka yang mengalami keluhan ringan atau sementara. Jika kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan kami rujuk ke rumah sakit,” tandas Dadang.(sct)

+ posts