PALANGKARAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Kick Off Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan launching Program Ekosistem Pusat Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) di Aula Hasanka Boarding School, Palangka Raya, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, serta guru dan pegawai sekolah tersebut diisi dengan edukasi keuangan syariah dan penyerahan simbolis kartu digital pelajar sebagai sarana mempermudah transaksi keuangan di lingkungan sekolah.
Hadir dalam kegiatan, Ketua Yayasan Hasanka Palangka Raya, pimpinan PT Bank Syariah Indonesia, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, serta Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah.
Ketua Yayasan Hasanka Palangka Raya, Dr. H. M. Yamin Mukhtar, Lc., M.Pd.I mengatakan, kolaborasi antara OJK dan lembaga jasa keuangan syariah menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga tata kelola keuangan yang baik bagi pelajar, guru, dan orang tua.
“Program EPIKS ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan pengelolaan keuangan sejak dini melalui prinsip 3K, yaitu keamanan, kenyamanan, dan keuntungan,”
“Keamanan dimaknai sebagai upaya meminimalkan risiko kehilangan atau penyalahgunaan uang, kenyamanan sebagai kemudahan bagi pelajar dan orang tua dalam melakukan transaksi, serta keuntungan sebagai manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh seluruh pihak melalui pengelolaan keuangan yang baik,” kata Yamin.
Ia berharap sinergi antara Hasanka Boarding School, OJK, dan lembaga jasa keuangan syariah terus diperkuat agar program tersebut mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tata kelola pendidikan yang semakin baik dan berkelanjutan.
Pemimpin Cabang PT Bank Syariah Indonesia KCP Palangka Raya 1, Muhamad Denny Ramadhan menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung perluasan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penguatan layanan keuangan di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap Program EPIKS di Hasanka Boarding School menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan layanan keuangan syariah secara lebih masif kepada pelajar, guru, dan orang tua,” ujar Denny.
Menurut Denny, perbankan syariah tidak hanya memberikan kemudahan transaksi, tetapi juga memastikan layanan berjalan sesuai prinsip syariah, transparan, dan memberikan manfaat sosial kepada masyarakat.
Ditempat yang sama, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengatakan bahwa kartu digital pelajar bukan hanya berfungsi sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem keuangan syariah di lingkungan pesantren dan sekolah.
“Melalui kartu digital pelajar, siswa-siswi dapat belajar mengenal pengelolaan keuangan secara modern dengan tetap menjunjung prinsip kehati-hatian, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” kata Primandanu.
Dijelakanya bahwa program ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah sejak dini, sekaligus memperkuat ekosistem keuangan syariah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Berdasarkan data literasi dan inklusi keuangan tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 66,46 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen.
Sementara itu, indeks literasi keuangan syariah berada pada angka 43,42 persen dan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen.
Pada segmen pelajar dan mahasiswa, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 61,76 persen dengan indeks inklusi keuangan mencapai 84,42 persen.
“Kondisi ini menunjukkan akses layanan keuangan sudah cukup tinggi, namun masih diperlukan penguatan edukasi agar pelajar mampu menggunakan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” tendasnya.(sct)















