Maju Calon Rektor UPR, Natalina Asi Usung Inovasi Global Berlandaskan Falsafah Huma Betang

AKADEMIKA5 Dilihat

PALANGKARAYA – Bursa pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 terus menunjukkan dinamika. Salah satu figur yang resmi mendaftarkan diri dalam kontestasi tersebut ialah Wakil Rektor Bidang Akademik UPR, Dr. Natalina Asi, MA., yang menyerahkan berkas pendaftaran pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dr. Natalina Asi menjadi calon pendaftar kelima dalam proses penjaringan calon Rektor UPR periode 2026–2030. Kehadirannya menambah warna dalam proses pemilihan pimpinan perguruan tinggi negeri terbesar di Kalimantan Tengah tersebut.

Dengan pengalaman di bidang akademik dan tata kelola pendidikan tinggi, langkah Natalina dinilai menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan yang membawa perspektif baru terhadap arah pengembangan universitas di masa mendatang.

Selama menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Natalina Asi aktif dalam pengembangan kualitas pembelajaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan kerja sama dan tata kelola kelembagaan di lingkungan kampus.

Dalam pencalonannya, ia membawa visi bertajuk “Membangun UPR sebagai episentrum inovasi global yang berintegritas dan berasaskan falsafah Huma Betang menuju Indonesia Emas 2045”.

Visi tersebut menitikberatkan pada upaya menjadikan UPR sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang tidak hanya memiliki daya saing nasional, tetapi juga mampu menjangkau tingkat internasional dengan tetap berakar pada nilai budaya lokal Kalimantan Tengah.

Menurut Natalina Asi, perguruan tinggi saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, teknologi, dan solusi terhadap berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.

Ia menilai pengembangan universitas memerlukan langkah yang lebih luas dan terintegrasi, tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik maupun capaian akademik semata.

“UPR harus mampu menjadi rumah besar pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan karakter. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, daya saing, kemampuan beradaptasi, dan tetap menjunjung nilai-nilai lokal yang menjadi identitas daerah,” ujar Natalina, baru-baru ini.

Menurutnya, falsafah Huma Betang menjadi landasan penting dalam membangun arah pengembangan universitas.

Nilai kebersamaan, keterbukaan, keberagaman, dan semangat gotong royong dinilai relevan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mampu menghadapi tantangan global.

Keinginannya maju sebagai calon Rektor UPR disebut berangkat dari komitmen untuk memajukan pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah.

Dirinya menilai pembangunan daerah memerlukan dukungan perguruan tinggi yang kuat, adaptif, dan mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas.

“Komitmen saya adalah bersama-sama membangun UPR agar semakin maju, memiliki daya saing global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,”

“Kemajuan universitas tidak dapat dibangun secara individual, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh sivitas akademika dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya menambahkan.

Proses pencalonan Rektor UPR periode 2026–2030 diperkirakan masih akan menghadirkan berbagai dinamika hingga seluruh tahapan berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan panitia.

“UPR harus terus berkembang menjadi kampus yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai budaya lokal,” tandas Natalina.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *