BUNTOK – Sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif masyarakat. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan secara resmi membuka Festival Budaya Daren Kanderang Tingang 2026 di Kecamatan Dusun Hilir.
Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Barsel, Eko Hermansyah menyampaikan bahwa Festival tersebut menjadi ruang ekspresi budaya masyarakat Dayak sekaligus sarana mempererat kebersamaan lintas elemen masyarakat.
“Kegiatan ini juga diikuti berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga komunitas lokal yang turut berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan acara,” kata Eko saat membuka kegiatan, Sabtu (18/04/2026).
Eko juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat Dusun Hilir yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan festival budaya tersebut dengan baik.
Ia menilai Kecamatan Dusun Hilir, khususnya wilayah Mengkatip, memiliki potensi budaya yang besar yang perlu terus dikembangkan sebagai kekuatan daerah, tidak hanya dari sisi budaya, tetapi juga ekonomi kreatif.
“Kecamatan Dusun Hilir, khususnya Mengkatip, memiliki potensi budaya yang luar biasa. Melalui Festival Daren Kanderang Tingang ini, kita ingin menunjukkan bahwa kekayaan daerah kita tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas dan keterampilan masyarakatnya,” ujar Eko.
Menurutnya, salah satu fokus utama dalam festival ini adalah pengembangan kerajinan anyaman berbahan rotan dan purun yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi tinggi, sehingga berpotensi menjadi produk unggulan daerah.
“Jadikan festival ini sebagai ruang belajar dan ruang berkarya. Budaya bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana kita membawa jati diri tersebut menuju masa depan,” kata Eko.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal, sekaligus mendorong mereka untuk terlibat aktif dalam pelestarian tradisi, termasuk mengembangkan kerajinan anyaman sebagai bagian dari identitas daerah.
Selain itu, festival ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi UMKM lokal agar dapat berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas melalui produk-produk berbasis kearifan lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda semakin mencintai budaya daerah dan mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” tandas Eko.
Pimpinan PT Adaro Indonesia, CSR Department Head, Iwan Ridwan menyampaikan bahwa Festival Budaya Daren Kanderang Tingang merupakan momentum penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
“Festival Budaya Daren Kanderang Tingang merupakan sebuah perayaan penting yang tidak hanya berfokus pada seni, tetapi juga sebagai wujud nyata pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai luhur masyarakat Dayak. Festival ini berhasil menunjukkan kekuatan kebhinekaan dan toleransi, di mana perbedaan menjadi sumber keindahan dan perekat kebersamaan,” ujar Iwan.
Sementara itu, Plt. Camat Dusun Hilir, Hidayat menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan festival ini tidak terlepas dari kerja keras panitia serta dukungan berbagai pihak, termasuk sektor swasta yang berperan aktif sebagai sponsor kegiatan.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat tali silaturahmi, mendorong ekonomi kreatif melalui UMKM, dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan demi kemajuan masyarakat,” kata Hidayat.
Ia menyebutkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan seperti PT Adaro Indonesia dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menjadi kunci utama dalam menyukseskan kegiatan ini sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Barito Selatan, jajaran Kecamatan Dusun Hilir, Ketua UMKM Aku Barsel, pimpinan PT Adaro Indonesia dan PT BUMA, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.(Adv)


















