“Borneo Impact and Global Recognition” Jadi Visi Prof Bhayu Rhama Maju di Pencalonan Rektor UPR 

AKADEMIKA30 Dilihat

PALANGKARAYA – Bursa pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 mulai menghangat. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR, Prof. Bhayu Rhama, S.T., MBA., Ph.D., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor dalam tahapan penjaringan yang telah dijadwalkan panitia pemilihan.

Kehadiran Prof. Bhayu dalam kontestasi pemilihan rektor menarik perhatian sivitas akademika UPR. Dalam pencalonannya, ia membawa visi bertajuk “Borneo Impact and Global Recognition” yang menitikberatkan pada penguatan kontribusi kampus terhadap masyarakat lokal sekaligus peningkatan daya saing universitas di tingkat internasional.

Menurut Prof. Bhayu, perguruan tinggi di Kalimantan memiliki peluang besar untuk berkembang dan memperluas pengaruh tanpa meninggalkan identitas lokal yang menjadi ciri khas daerah.

Ia menilai pengembangan universitas saat ini tidak lagi hanya berbicara dalam lingkup regional, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan global melalui peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, serta penguatan jejaring internasional.

“Prinsipnya adalah berpikir secara global namun tetap bertindak untuk kepentingan lokal. Dari Borneo, kita ingin menghadirkan kontribusi yang bisa diakui hingga level internasional,” ujar Bhayu, baru-baru ini.

Keinginannya maju sebagai calon Rektor UPR disebut berangkat dari komitmen untuk memajukan pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perubahan di masa depan.

Dirinya menegaskan pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, serta solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah.

Selain itu, Prof. Bhayu mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Kalimantan Tengah. Kedekatan tersebut menjadi salah satu alasan yang memperkuat tekadnya untuk terlibat lebih besar dalam pengembangan perguruan tinggi di daerah.

“Orang tua saya sudah puluhan tahun mengabdi di Kalteng. Karena itu saya ingin ikut memberikan kontribusi nyata melalui pengembangan pendidikan tinggi,” katanya menambahkan.

Dalam pemaparan visi dan misinya, Prof. Bhayu juga menyoroti pentingnya pembenahan sarana dan prasarana kampus sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan.

Menurutnya, lingkungan belajar yang nyaman dan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran mahasiswa.

Pengalaman saat menjabat Wakil Dekan hingga Dekan FISIP UPR dinilai menjadi bekal untuk memahami berbagai kebutuhan kampus.

Selama memimpin FISIP UPR, sejumlah langkah pengembangan telah dilakukan, di antaranya peningkatan fasilitas ruang kelas melalui penyediaan pendingin ruangan, peningkatan akreditasi program studi, serta pembukaan dua program magister baru.

Tahapan pemilihan Rektor UPR periode 2026–2030 sendiri masih berlangsung sesuai agenda panitia. Pendaftaran bakal calon rektor diketahui telah dibuka sejak 12 Mei dan dijadwalkan berakhir pada 26 Mei 2026.

“Kami ingin UPR semakin maju, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Kalimantan maupun tingkat internasional,” tandas Bhayu.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *