KAPUAS – PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) menjajaki kolaborasi dengan Universitas Palangka Raya (UPR), khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), untuk menyiapkan program pemberdayaan masyarakat di wilayah konsesi. Program ini berfokus pada pengentasan buta aksara serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat.
Program tersebut menyasar dua kelompok utama, yakni anak-anak usia sekolah dan orang tua mereka. Keduanya menjadi sasaran karena peningkatan kemampuan literasi anak perlu didukung pemahaman keluarga mengenai pentingnya pendidikan, kesehatan, kebersihan diri, dan lingkungan tempat tinggal.
Dalam penjajakan ini, kondisi sosial masyarakat menjadi salah satu perhatian utama. Setiap desa memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, termasuk dalam hal akses terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Sejumlah wilayah di sekitar konsesi masih menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas. Faktor geografis serta jarak juga menjadi tantangan yang perlu diperhitungkan agar program pemberdayaan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kerja sama dengan Program Studi PJKR FKIP UPR dinilai membuka peluang penerapan metode pembelajaran yang lebih variatif. Pendidikan tidak hanya disampaikan melalui metode konvensional, tetapi juga dapat dipadukan dengan olahraga, permainan, dan kegiatan rekreatif.
Pendekatan belajar sambil berolahraga diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak kaku.
Melalui aktivitas fisik dan permainan, anak-anak dapat memperoleh pengalaman belajar sekaligus memahami pentingnya kebersihan, kesehatan, kedisiplinan, kerja sama, serta kemampuan literasi.
Pendekatan tersebut juga diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kepada orang tua. Pemahaman mengenai pola hidup bersih dan sehat perlu dibangun bersama dalam keluarga, sehingga kebiasaan positif yang diperkenalkan kepada anak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan itu, olahraga tidak hanya berfungsi menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi sarana komunikasi dan pendidikan bagi masyarakat. Kegiatan jasmani dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan edukatif dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima.
Tahap awal kerja sama dilakukan melalui peninjauan langsung terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan di desa sasaran. Kegiatan lapangan ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai akses pendidikan, ketersediaan fasilitas, karakteristik anak usia sekolah, kondisi keluarga, serta pemahaman masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
Peninjauan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah program. Pemahaman terhadap kondisi nyata di lapangan diperlukan agar kegiatan yang direncanakan tidak hanya berangkat dari perkiraan, tetapi mempertimbangkan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.
Tahap selanjutnya adalah menyiapkan penyusunan data dasar atau baseline. Data tersebut akan digunakan untuk memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus mengetahui kondisi awal sebelum program dilaksanakan.
Keberadaan baseline juga diperlukan untuk menentukan bentuk kegiatan, kelompok sasaran, metode pendekatan, dan indikator keberhasilan secara lebih terukur. Dengan data awal yang memadai, perkembangan program nantinya dapat dievaluasi berdasarkan perubahan yang terjadi di masyarakat.
PT IFP memandang pemberdayaan masyarakat sebagai proses berkelanjutan yang membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan secara konsisten. Karena itu, penjajakan bersama UPR diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, melainkan menjadi landasan penyusunan program bertahap untuk beberapa tahun mendatang.
Upaya pengentasan buta aksara dan peningkatan kesadaran hidup bersih dan sehat membutuhkan pendampingan yang berkesinambungan. Kemampuan membaca dan menulis serta perubahan perilaku kesehatan tidak dapat dibangun hanya melalui satu atau dua kali kegiatan.
Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan membuat perencanaan program lebih terarah dan berbasis pengetahuan akademik. Pengalaman Program Studi PJKR FKIP UPR dapat dipadukan dengan pemahaman PT IFP mengenai kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bentuk kerja sama dunia usaha dan perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Sinergi kedua pihak diharapkan mampu menghasilkan pendekatan pemberdayaan yang sesuai dengan karakteristik desa di wilayah konsesi.
Bagi PT IFP, keberadaan perusahaan di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kegiatan operasional, tetapi juga dengan upaya tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya. Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kebiasaan hidup sehat menjadi bagian dari perhatian terhadap pembangunan sosial jangka panjang.
Anak-anak usia sekolah menjadi kelompok penting dalam upaya tersebut. Penguatan kemampuan membaca dan menulis, pembentukan kebiasaan hidup bersih dan sehat, serta pengenalan aktivitas fisik yang positif merupakan investasi sosial yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan hingga masa mendatang.
Melalui kolaborasi dengan UPR, PT IFP berharap dapat menemukan model pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat desa di wilayah konsesi. Perpaduan kegiatan belajar, bergerak, bermain, dan membangun kebiasaan hidup sehat diharapkan membuat program lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil pemetaan dan penyusunan data dasar akan menjadi pijakan untuk menentukan tahapan berikutnya. Dengan perencanaan berbasis data, keterlibatan akademisi, dan pelaksanaan berkelanjutan, PT IFP bersama UPR berharap program tersebut mampu memberikan perubahan nyata bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan literasi dan kesadaran hidup sehat dalam jangka panjang.(sct)



















