PT IFP Siagakan Sistem Terpadu Hadapi Ancaman El Nino 2026

FORESTRY6 Dilihat

KAPUAS – PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) memastikan seluruh lini operasional perusahaan dalam kondisi siap siaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring datangnya fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang dan kering.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan dalam menjaga kawasan hutan tetap aman, asri, dan bebas dari ancaman kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Kesiapsiagaan itu diperkuat setelah Pemerintah Kabupaten Kapuas menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 300.2/869/BPBD.2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Karhutla.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kapuas saat ini memasuki masa transisi dengan suhu udara berkisar 23 hingga 34 derajat Celsius dan kelembaban dinamis antara 55 hingga 100 persen.

Fenomena El Nino tahun 2026 diprediksi berada pada kategori lemah hingga moderat, namun tetap berpotensi memicu kondisi kemarau lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius PT IFP untuk memastikan seluruh sistem perlindungan lingkungan berjalan optimal.

Merespons kondisi itu, PT IFP mengaktifkan Strategi Terpadu Pengendalian Karhutla dengan pendekatan pencegahan sebagai prioritas utama.

Perusahaan menerapkan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran berbasis data cuaca harian serta manajemen zona risiko berbasis warna untuk memperkuat pengawasan di lapangan.

Selain sistem pemantauan, PT IFP juga menyiagakan 105 personel terlatih yang terbagi dalam regu inti dan cadangan, serta dipimpin tujuh koordinator lapangan berpengalaman untuk mendukung penanganan cepat apabila ditemukan potensi kebakaran.

“Pencegahan menjadi langkah utama yang kami prioritaskan agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini melalui pengawasan terpadu dan kesiapsiagaan personel di lapangan,” ujar manajemen PT IFP, belum lama ini.

Perusahaan juga memperkuat kemitraan dengan masyarakat sekitar melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa wilayah konsesi.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk membangun sistem deteksi dini berbasis masyarakat sekaligus memperkuat respons cepat terhadap potensi Karhutla.

Sebagai bagian dari sistem pengawasan, PT IFP mengoperasikan menara pantau setinggi 37 meter yang berada di lokasi strategis dalam area konsesi.

Menara tersebut disiapkan untuk beroperasi penuh selama 24 jam selama musim kemarau guna memantau potensi munculnya titik api.

Dengan ketinggian optimal, petugas di menara pantau dapat melakukan pemindaian visual secara luas dan mendeteksi kepulan asap lebih cepat sebelum titik panas berkembang menjadi kebakaran besar.

Menara itu juga difungsikan sebagai pangkalan peluncuran drone pantau otomatis untuk memverifikasi titik koordinat secara presisi.

Selain itu, seluruh hasil pemantauan visual dari menara akan disinkronkan dengan data satelit SIPONGI milik Kementerian Kehutanan guna memastikan akurasi deteksi dan mendukung pergerakan tim pemadam di lapangan secara lebih efektif.

“Dengan kesiapan infrastruktur, dukungan personel, serta kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah daerah, kami optimistis dapat menghadapi musim kemarau dan menjaga wilayah Kabupaten Kapuas tetap aman dari ancaman kabut asap,” tandasnya.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *