OJK Kalteng Gencarkan Literasi Keuangan di Anniversarun Palangka Runners

EKONOMI & BISNIS524 Dilihat

PALANGKARAYA – Dalam rangka mendorong percepatan literasi keuangan kepada segmen komunitas dan masyarakat umum. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah berpartisipasi melaksanakan edukasi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) serta menghadirkan layanan SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi Keuangan), Sabtu (14/12/2025).

Kegiatan tersebut dirangkai dengan Anniversarun 8 Tahun Komunitas Lari Palangka Runners yang diikuti sekitar 200 peserta Fun Run dan masyarakat umum ini berlangsung di Kota Palangka Raya.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan bahwa kolaborasi antara olahraga dan edukasi keuangan menjadi pendekatan efektif untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Menjaga kesehatan keuangan, seperti halnya menjaga kesehatan fisik, membutuhkan disiplin dan kebiasaan baik,”

“Mulai dari mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menghindari utang yang tidak produktif, hingga meningkatkan literasi keuangan agar terhindar dari praktik keuangan ilegal dan penipuan,” ujar Primandanu.

Menurutnya, gaya hidup sehat perlu diiringi dengan pemahaman dan kebiasaan keuangan yang sehat agar masyarakat memiliki ketahanan finansial yang baik.

Ia menjelaskan bahwa OJK secara konsisten mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung komunitas, termasuk komunitas olahraga.

Pendekatan ini dinilai mampu menanamkan pemahaman keuangan secara lebih ringan, praktis, dan mudah diterima oleh masyarakat.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga sehat secara finansial. Dengan literasi keuangan yang baik, masyarakat dapat merencanakan masa depan dengan lebih aman dan terhindar dari risiko keuangan,” katanya.

Kegiatan ini juga diisi dengan pemaparan materi edukasi keuangan yang disampaikan langsung oleh Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMST) Kantor OJK Kalimantan Tengah, Noor Bima Haru Kurniawan.

“Pentingnya literasi keuangan digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Di era modern saat ini, masyarakat harus senantiasa meningkatkan literasi keuangan digital agar tidak mudah menjadi korban kejahatan scam keuangan yang semakin marak,” kata Noor Bima.

Dirinya menambahkan bahwa OJK telah menyediakan kanal resmi Indonesia Anti Scam Centre (IASC) sebagai wadah pengaduan bagi masyarakat yang mengalami penipuan keuangan digital.

Masyarakat dapat melaporkan kasus yang dialami melalui situs iasc.ojk.go.id untuk mendapatkan tindak lanjut yang tepat.

“Kesadaran untuk melapor sangat penting agar kasus serupa tidak terus berulang dan merugikan lebih banyak pihak,” tegas Bima kembali.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Manajer Bidang PEPK dan LMST Kantor OJK Kalimantan Tengah, Hestly Dwi Putri menyampaikan materi terkait pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak guna mengantisipasi berbagai modus kejahatan digital yang kini semakin kompleks.

Ia memaparkan sejumlah bentuk kejahatan digital yang sering terjadi di masyarakat, seperti social engineering, sniffing, card tapping, phishing, dan skimming, yang kerap memanfaatkan kelengahan serta rendahnya literasi keuangan masyarakat.

“Perlu adanya upaya yang lebih kuat dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat agar mampu mengelola keuangan dengan bijak dan terhindar dari jebakan keuangan ilegal,” ujarnya.

Hestly juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengingat prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, sebelum memanfaatkan produk atau layanan keuangan.

Menurutnya, pengecekan legalitas perusahaan serta kewajaran imbal hasil yang ditawarkan menjadi langkah awal yang sangat penting.

“Kami senantiasa menghimbau masyarakat agar selalu mengecek legalitas atau izin perusahaan yang menawarkan investasi atau pinjaman, serta memastikan bahwa keuntungan atau bunga yang ditawarkan bersifat logis dan masuk akal,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, OJK Kalimantan Tengah berharap literasi keuangan masyarakat Kota Palangka Raya semakin meningkat, khususnya di kalangan komunitas, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, waspada, dan berdaya secara finansial di tengah tantangan ekonomi dan perkembangan digital yang semakin dinamis.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *