PALANGKARAYA – Pembangunan jalan produksi pertanian menjadi langkah strategis untuk mempercepat perputaran ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah bahwa keberadaan infrastruktur yang memadai akan memperlancar distribusi hasil panen sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Pemerintah daerah perlu fokus membangun jalan pertanian agar hasil panen petani bisa segera sampai ke pasar,” ujarnya baru-baru ini.
Siti mengatakan jalan produksi pertanian tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan sentra pertanian.
Infrastruktur yang baik dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi hasil panen dari lahan menuju pasar.
Ia menilai hingga kini masih banyak wilayah di Kalimantan Tengah yang memiliki potensi pertanian besar, namun belum didukung akses jalan yang memadai.
Kondisi tersebut menjadi kendala bagi petani dalam mendistribusikan hasil produksi secara cepat dan efisien.
Menurutnya, keterbatasan akses jalan menyebabkan biaya angkut hasil pertanian meningkat sehingga mengurangi keuntungan yang diterima petani.
Karena itu, pembangunan jalan produksi perlu mendapat perhatian lebih besar dalam kebijakan pembangunan daerah.
“Kalau jalan masih rusak, biaya angkut jadi mahal, dan petani akhirnya merugi,” tegasnya.
Siti menjelaskan bahwa jalan produksi memiliki peran penting dalam menentukan nilai jual hasil pertanian.
Akses yang lancar memungkinkan hasil panen segera dipasarkan sehingga kualitas produk tetap terjaga dan petani memiliki peluang memperoleh harga yang lebih baik.
Selain memberikan keuntungan bagi petani, kelancaran distribusi hasil pertanian juga akan mendukung stabilitas pasokan komoditas di pasar.
Dampak tersebut pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Dengan jalan yang bagus, hasil panen bisa cepat sampai ke pasar dan petani mendapat harga yang lebih baik,” tuturnya.
Ia juga mendorong agar pembangunan jalan produksi pertanian menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, pemerintah dapat mengoptimalkan berbagai sumber pembiayaan, baik melalui APBD, program pemerintah pusat, maupun skema padat karya yang melibatkan masyarakat setempat.
“Kalau dikerjakan melalui program padat karya, selain mempercepat pembangunan, juga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” jelasnya lebih dalam.
Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan jalan produksi memerlukan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat agar pelaksanaannya tepat sasaran serta memberikan manfaat nyata bagi petani.
“Sinergi semua pihak sangat penting supaya manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh petani. Kita harapkan Kalteng bisa menjadi daerah pertanian maju dengan dukungan infrastruktur yang berkelanjutan,” tutup Siti.(sct)















