Hari Kartini Momentum UPR Perkuat Peran Perempuan Berdaya Saing

AKADEMIKA38 Dilihat

PALANGKARAYA – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi bagi Universitas Palangka Raya (UPR) untuk meneguhkan komitmen terhadap nilai emansipasi, kesetaraan, dan penguatan peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.

Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU menyampaikan bahwa semangat dan perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. Tidak hanya tentang sejarah, tetapi juga tentang keberanian berpikir maju, melampaui batasan, serta memperjuangkan hak atas pendidikan dan martabat kemanusiaan.

“Di era saat ini, perjuangan tersebut telah berkembang dalam konteks yang lebih luas. Perempuan telah menunjukkan kiprahnya sebagai pemimpin, ilmuwan, pendidik, wirausaha dan penggerak perubahan sosial,” ujar Salampak, Selasa (21/04/2026).

Menurutnya, meskipun peran perempuan semakin luas, berbagai tantangan tetap harus dihadapi, seperti kesenjangan akses, stereotip sosial, hingga tuntutan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk transformasi digital dan kecerdasan buatan.

Ia menekankan bahwa peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan dalam memberdayakan seluruh potensi, baik laki-laki maupun perempuan secara adil dan berkelanjutan.

“Selamat Hari Kartini. Saya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menumbuhkan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari, semangat belajar tanpa henti, keberanian menyuarakan kebenaran, serta komitmen untuk memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tandas Salampak.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan UPR, Ny. Rosana Salampak, SE, M.Si menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini ke-147 setiap 21 April menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan gender, pendidikan, dan kemajuan perempuan di Indonesia.

Ia menilai semangat Kartini harus menjadi inspirasi bagi perempuan masa kini untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Semangat Kartini tentunya menjadi inspirasi perempuan untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Untuk mewujudkan cita-cita mencapai Indonesia Emas 2045, perempuan memiliki peran strategis,” kata Rosana.

Menurutnya, perempuan saat ini tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak perubahan dalam keluarga, masyarakat, serta pembangunan nasional.

Perempuan dituntut mampu menjadi pendidik bagi generasi penerus, inspirator di lingkungan sosial, serta motor penggerak dalam pembangunan ekonomi dan pendidikan yang berkelanjutan.

Rosana menambahkan bahwa Dharma Wanita Persatuan UPR memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kapasitas diri anggotanya melalui pengembangan wawasan serta partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung kemajuan institusi dan masyarakat.

“DWP UPR tentunya memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan serta aktif dalam kegiatan yang mendukung kemajuan institusi dan masyarakat khususnya akademisi UPR,” bebernya.

Ia juga menegaskan bahwa perempuan masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memanfaatkan teknologi, serta terus mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan.

Kartini masa kini, lanjutnya, adalah perempuan yang mandiri, kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian sosial tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui momentum Hari Kartini, ia mendorong perempuan untuk terus berperan aktif dalam berbagai sektor dan memberikan kontribusi maksimal bagi keluarga, institusi, dan bangsa.

“Momentum Hari Kartini ini menjadi pengingat agar perempuan terus semangat dalam memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan bersama,” tandas Rosana. (sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *