BI Kalteng Luncurkan Program Pendidikan Kebanksentralan Terintegrasi Tahun 2026

PALANGKARAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai Kick Off Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat literasi kebanksentralan dan pengembangan sumber daya manusia unggul di daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias menyampaikan bahwa program ini hadir dengan pendekatan baru yang tidak lagi terbatas pada pemberian beasiswa, melainkan mencakup pengembangan kapasitas secara menyeluruh.

“Program ini hadir dengan paradigma baru, di mana bantuan pendidikan tidak sekadar menjadi beasiswa, tetapi menjadi bagian dari pengembangan kapasitas dan literasi kebanksentralan secara terintegrasi,” ujar Yuliansah Andrias belum lama ini.

Yuliansah menjelaskan, pelaksanaan program ini dilakukan secara serentak di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Indonesia, sehingga menjadi bagian dari gerakan nasional dalam memperkuat pemahaman kebanksentralan di kalangan akademisi.

Menurutnya, tujuan utama program ini adalah meningkatkan literasi kebanksentralan mahasiswa, memperkuat kapasitas akademik, serta membangun ekosistem riset yang berkelanjutan di perguruan tinggi.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi terhadap efektivitas kebijakan Bank Indonesia serta mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan 2026 dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan yang saling terintegrasi dalam pelaksanaannya.

Pada pilar pembelajaran, kegiatan difokuskan pada penguatan literasi kebanksentralan melalui perkuliahan, kuliah umum, serta pelatihan bagi dosen atau training of trainers.

Sementara pada pilar penelitian, Bank Indonesia memberikan dukungan riset kepada mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3 dengan topik yang relevan dengan kebanksentralan.

Adapun pada pilar pemberdayaan, program ini mencakup pemberian bantuan pendidikan yang disertai pembinaan mahasiswa melalui komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI).

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menerima bantuan pendidikan, tetapi juga mendapatkan pembinaan, khususnya dalam pengembangan kepemimpinan dan peningkatan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan,” tambahnya.

Dirinya menambahkan, program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa penerima bantuan untuk memperoleh dukungan penelitian dengan persyaratan tertentu yang dapat diakses melalui kanal resmi Bank Indonesia.

Pentingnya sinergi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi dalam mendukung keberhasilan program, sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan menciptakan keterkaitan yang kuat antara dunia akademik dan kebijakan publik dalam mendorong pembangunan ekonomi.

“Kick off hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal komitmen bersama untuk memastikan program ini berjalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tepat sasaran,” tegasnya menambahkan.

Bank Indonesia berharap perguruan tinggi dapat terus menjadi mitra strategis dalam pengembangan pendidikan kebanksentralan, sekaligus mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Ke depan, kami berharap program ini mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, tangguh, serta berperan sebagai agen perubahan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah,” tandas Yuliansah.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *