PALANGKARAYA – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah menilai investasi perkebunan kelapa sawit di Kalteng memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan perekonomian daerah, baik melalui penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Investasi kelapa sawit dapat dikatakan sebagai tulang punggung ekonomi yang lebih dari sepertiga penduduknya bergantung pada sektor ini,” katanya
Menurut Nafsiah, sektor kelapa sawit saat ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah karena sebagian besar masyarakat menggantungkan penghidupan pada sektor tersebut.
Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian serius, khususnya terkait pelaksanaan kemitraan plasma yang dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Ada banyak pekebun rakyat yang belum merasakan atau mendapatkan manfaat yang proporsional, utamanya dalam pembagian keuntungan, akses ke teknologi, dan pendampingan teknis dari perusahaan besar swasta,” tuturnya.
Ia menambahkan, persoalan konflik lahan antara masyarakat adat, petani lokal, dan perusahaan besar swasta (PBS) hingga kini juga masih kerap terjadi akibat belum optimalnya kejelasan pengelolaan serta penegakan hukum terkait hak atas tanah.
“Situasi ini tidak hanya menghambat pengembangan sektor perkebunan tetapi juga menciptakan ketidakstabilan sosial di sejumlah wilayah,” tukasnya.(*)

















