KASONGAN – Reses perseorangan masa persidangan II Tahun Sidang 2026 di Desa Hiyang Bana, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan warga.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh menyerap berbagai aspirasi disampaikan masyarakat yang berfokus pada perbaikan fasilitas umum serta sarana penunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
Salah satu aspirasi utama yang mengemuka berasal dari perwakilan masyarakat Kristen, Hamni yang menyampaikan kondisi Gereja Genesaret saat ini memerlukan perhatian serius karena bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah tersebut mengalami kerusakan dan sering terdampak banjir saat musim hujan.
“Kami mengusulkan rehabilitasi bangunan Gereja Genesaret karena kondisinya sudah mau roboh dan sering terdampak banjir,” ujar Hamni belum lama ini.
Menurut Hamni, kondisi bangunan gereja yang semakin memprihatinkan menimbulkan kekhawatiran bagi jemaat ketika melaksanakan ibadah maupun kegiatan keagamaan lainnya.
Selain faktor usia bangunan, genangan air yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi juga mempercepat kerusakan sejumlah bagian bangunan gereja.
Selain usulan rehabilitasi rumah ibadah, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan lingkungan.
Seperti Jalan Teratai yang berada di RT 04 dengan panjang sekitar 300 meter dinilai belum memadai dan membutuhkan peningkatan agar dapat menunjang mobilitas masyarakat secara lebih optimal.
Warga berharap perbaikan jalan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar akses menuju permukiman serta mendukung aktivitas ekonomi warga yang setiap hari memanfaatkan jalan tersebut.
“Kami juga berharap adanya peningkatan Jalan Teratai RT 04 sekitar 300 meter agar akses masyarakat bisa lebih lancar,” tambahnya.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, Faridawaty Darland Atjeh menyatakan seluruh usulan akan dicatat dan menjadi perhatian untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Saya menilai kebutuhan masyarakat yang disampaikan saat reses merupakan masukan penting dalam menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan di lapangan,” kata Faridawaty.
Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Kalteng ini menjelaskan bahwa rehabilitasi rumah ibadah maupun peningkatan infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.
Sarana ibadah yang layak akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga dalam menjalankan kegiatan keagamaan, sementara infrastruktur jalan yang baik dapat menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat Desa Hiyang Bana, baik terkait rehabilitasi Gereja Genesaret maupun peningkatan jalan, akan kami tindak lanjuti dan perjuangkan agar bisa masuk dalam prioritas pembangunan,” ungkapnya menambahkan.
Dijelaskanya lebih dalam bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
Melalui dialog, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui secara lebih rinci sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Faridawaty menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat agar mendapat perhatian sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Menurutnya, pembangunan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Masyarakat Desa Hiyang Bana berharap usulan rehabilitasi Gereja Genesaret dan peningkatan Jalan Teratai dapat segera ditindaklanjuti.
Kehadiran infrastruktur yang memadai dan fasilitas ibadah yang layak dinilai akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan warga di wilayah tersebut.
“Reses menjadi sarana penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga akan kami perjuangkan agar dapat direalisasikan sesuai mekanisme yang berlaku demi mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tandas Faridawaty.(sct)
















