PALANGKARAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh sinergi kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
“Kemajuan Kalteng tak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan sinergi lintas elemen, termasuk sektor swasta dan keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya belum lama ini.
Menurut Anggota Komisi III DPRD Kalteng ini, pembangunan tidak dapat berjalan optimal apabila hanya mengandalkan satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen untuk memastikan program yang dijalankan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting sebagai sumber aspirasi yang mencerminkan kebutuhan riil di lapangan, sehingga keterlibatan mereka menjadi faktor utama dalam menentukan arah pembangunan.
Ketua DPW Partai NasDem Kalteng ini juga menuturkan bahwa melalui kegiatan reses yang rutin dilakukan, dirinya banyak menerima berbagai aspirasi masyarakat yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar pembangunan di daerah.
“Keterlibatan masyarakat sangat menentukan keberhasilan program pembangunan, melalui kegiatan reses, dirinya kerap menerima aspirasi warga yang mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan,” jelasnya.
Berbagai aspirasi tersebut, lanjutnya, meliputi kebutuhan perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, hingga dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Menurut Faridawaty, masukan dari masyarakat tersebut menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih responsif dan berpihak pada kepentingan publik.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan sektor swasta tidak kalah penting dalam mendukung pembangunan, terutama dalam memperkuat pembiayaan dan memperluas dampak program yang dijalankan pemerintah.
Lebih lanjut, Faridawaty mengingatkan bahwa komunikasi yang efektif dan kerja sama yang solid antar pemangku kepentingan akan mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
“Dalam hal ini berharap, seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat komunikasi dan kerja sama agar pembangunan di Bumi Tambun Bungai semakin inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Pembangunan yang inklusif akan memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi dan sosial di daerah.
“Pembangunan yang inklusif menjadi fondasi utama kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Faridawaty.(Red)














