PALANGKARAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Agi kembali menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran Kota Palangka Raya.
“masih terdapat sejumlah desa tertinggal di Kecamatan Rakumpit yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari pemerintah,” kata Agi belum lama ini.
Persoalan tersebut menjadi salah satu temuan utama saat Agi melaksanakan reses perseorangan selama delapan hari di Daerah Pemilihannya.
Dalam kegiatan itu, ia mengunjungi sejumlah kelurahan di Kecamatan Rakumpit, yakni Kenarakan, Pager, Gaung Baru, Panjehang, Petuk Berunai, Bukit Suha, dan Muku Baru.
Selama bertemu masyarakat, Agi menerima berbagai aspirasi yang sebagian besar berkaitan dengan kondisi infrastruktur dasar yang dinilai belum memadai.
Warga berharap pemerintah segera meningkatkan kualitas jalan dan jembatan agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih lancar.
“Masyarakat masih kesulitan karena akses jalan dan jembatan rusak. Ini membuat mereka terisolasi dan menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” ujar Agi menambahkan.
Menurut Agi, keberadaan desa yang masih tertinggal di wilayah Palangka Raya merupakan kondisi yang perlu menjadi perhatian bersama.
Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus pusat pemerintahan, pembangunan seharusnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat hingga ke wilayah terluar.
“Tidak seharusnya di ibu kota provinsi masih ada desa yang tertinggal. Pemerintah perlu memastikan seluruh warga, termasuk di Rakumpit, mendapatkan akses pembangunan yang setara,” tegasnya lebih dalam.
Selain persoalan infrastruktur, Agi juga menyoroti tingginya biaya transportasi yang harus ditanggung masyarakat Rakumpit.
Kondisi tersebut menjadi beban tersendiri, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan maupun memiliki keperluan mendesak di pusat kota.
“Untuk satu kali perjalanan saja, biaya transportasi bisa mencapai dua ratus ribu hingga tiga ratus ribu rupiah. Ini beban berat bagi masyarakat,” ungkapnya lebih dalam.
Ia menilai percepatan pembangunan infrastruktur di Rakumpit akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan akses pelayanan publik, serta kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, hasil reses yang telah dihimpun akan terus diperjuangkan agar dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan daerah.
“Saya akan kawal hasil reses ini sampai ke Gubernur dan dinas teknis. Kita ingin masyarakat Rakumpit bisa merasakan manfaat pembangunan sebagaimana warga di pusat kota,” tuturnya.
Agi berharap Pemerintah Kota Palangka Raya dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dapat memperkuat sinergi dalam mengurangi ketimpangan pembangunan antarwilayah.
Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan harus menjangkau seluruh masyarakat tanpa membedakan lokasi tempat tinggal, sehingga tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dan seluruh warga dapat menikmati hasil pembangunan secara merata.
“Sudah saatnya Palangka Raya tumbuh secara menyeluruh. Tidak boleh ada lagi wilayah yang tertinggal, karena membangun dari pinggiran adalah kunci keadilan pembangunan,” pungkas Agi.(sct)
















