Paripurna LKPJ 2025, DPRD Barsel Serap 835 Aspirasi

BARITO SELATAN98 Dilihat

BUNTOK – Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri bersama Wakil Bupati, Khristianto Yudha menghadiri Rapat Paripurna ke-10 Masa Sidang II Tahun 2026 dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati terhadap APBD Tahun Anggaran 2025 di Graha Paripurna DPRD Barito Selatan, Senin (30/03/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Barito Selatan, Farid Yusran didampingi Wakil Ketua I, Ideham dan Wakil Ketua II, Rusinah serta dihadiri anggota DPRD lainnya. Dalam forum tersebut, DPRD juga menyampaikan sebanyak 835 aspirasi masyarakat yang dihimpun saat kegiatan reses di enam kecamatan.

Juru bicara DPRD, Mastini, menjelaskan bahwa ratusan aspirasi tersebut merupakan hasil serapan masyarakat selama pelaksanaan reses selama enam hari, yakni pada 7, 8, dan 11 hingga 14 Februari 2026, yang mencakup berbagai sektor pembangunan.

Aspirasi masyarakat tersebut meliputi bidang pendidikan, seperti pembangunan dan rehabilitasi sekolah dari tingkat dasar hingga menengah, penambahan tenaga pendidik, serta bantuan sarana pendidikan.

Di bidang kesehatan, masyarakat mengusulkan peningkatan fasilitas kesehatan, penambahan tenaga medis, serta pembangunan sarana layanan kesehatan.

Selain itu, pada sektor infrastruktur, masyarakat mengusulkan perbaikan jalan dan jembatan, penyediaan air bersih, pembangunan siring, peningkatan akses listrik, serta perbaikan jaringan telekomunikasi dan penerangan jalan umum.

Sementara di bidang keagamaan dan sosial, terdapat usulan pembangunan rumah ibadah dan fasilitas sosial.

Adapun di sektor perekonomian, masyarakat berharap adanya dukungan bagi nelayan, petani, dan peternak, serta penguatan UMKM dan pengembangan kawasan ekonomi sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Eddy Raya Samsuri menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan tugas pemerintahan masih terdapat kekurangan, namun hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga nilai-nilai keikhlasan, kebersamaan, pengabdian yang telah kita jalani selama Ramadan, dapat terus kita jaga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” kata Eddy Raya.

Ia juga memaparkan secara rinci capaian realisasi APBD Tahun 2025, di mana pendapatan daerah mengalami kenaikan sekitar Rp148,9 miliar dari Rp1,49 triliun menjadi Rp1,64 triliun, dengan realisasi mencapai sekitar 98,9 persen.

Namun demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami penurunan sebesar Rp32,4 miliar dari Rp152,6 miliar menjadi Rp120,2 miliar, yang terutama disebabkan penurunan pada sektor pajak daerah sebesar Rp34 miliar. Sementara pendapatan transfer masih menjadi sumber utama dengan nilai sekitar Rp1,28 triliun.

Di sisi lain, lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami peningkatan signifikan sebesar Rp219,7 miliar menjadi sekitar Rp241,7 miliar, yang dipengaruhi penyesuaian pendapatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dari sisi belanja daerah, terjadi kenaikan sekitar Rp81,2 miliar dari Rp1,71 triliun menjadi Rp1,79 triliun, dengan komponen terbesar pada belanja operasi sekitar Rp1,07 triliun, termasuk belanja pegawai Rp549 miliar dan belanja barang dan jasa Rp468 miliar.

Belanja modal tercatat sekitar Rp525 miliar yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur, sedangkan belanja tidak terduga sebesar Rp10,3 miliar digunakan untuk penanganan keadaan darurat, serta belanja transfer sekitar Rp185,9 miliar untuk bantuan keuangan kepada desa.

Dari struktur tersebut, defisit anggaran yang sebelumnya sekitar Rp215,8 miliar berhasil ditekan menjadi Rp148,1 miliar.

Sementara pembiayaan daerah yang bersumber dari SILPA sebesar Rp164,1 miliar mampu menutup defisit, dengan pengeluaran pembiayaan sekitar Rp16 miliar untuk pembayaran cicilan pokok utang.

Bupati juga menyampaikan capaian kinerja pemerintah daerah tahun 2025 di berbagai sektor.

Di bidang pendidikan, upaya peningkatan kualitas SDM terus dilakukan melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pemerataan sarana prasarana, dan penguatan program wajib belajar.

Pada sektor ketahanan pangan, produksi perikanan tangkap mencapai 7.250,13 ton atau 100,04 persen dari target.

Namun, skor Pola Pangan Harapan (PPH) masih berada di angka 89,25 persen dari target 97 persen, sehingga perlu peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

Di bidang kesehatan, angka kematian ibu berhasil ditekan menjadi 85 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi sebesar 6 per 1.000 kelahiran hidup, keduanya mencapai target 100 persen. Sementara prevalensi stunting berada di angka 19,06 persen atau 98 persen dari target.

Pada sektor infrastruktur, rasio rumah layak huni mencapai 114,09 persen dari target, serta penanganan kawasan kumuh sebesar 257,41 persen. Namun, tingkat ketaatan terhadap RTRW masih berada di angka 53,21 persen dari target 98 persen.

Di bidang kependudukan, jumlah penduduk Barito Selatan tercatat sebanyak 137.055 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Dusun Selatan sebesar 60.494 jiwa atau 44,14 persen, serta penguatan pembangunan keluarga melalui indikator Ibangga dan Indeks Pembangunan Gender.

“Melalui momentum ini, kami berkomitmen untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kinerja, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” tandas Eddy.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *