PANGKALANBUN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kotawaringin Barat menyelenggarakan Inkubasi Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Tahun 2026 di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada 24–25 Juli 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Program Inkubasi Desa EKI merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Pembentukan Desa EKI Tahun 2026 serta kegiatan Pra-Inkubasi Desa EKI yang telah dilaksanakan di Desa Tanjung Putri pada 27 April 2026 kemarin.
Tahapan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, dan transfer pengetahuan guna memperkuat pemanfaatan layanan keuangan formal serta mengembangkan potensi usaha desa secara berkelanjutan.
Kepala Desa Tanjung Putri, Eli Sapitri menyampaikan apresiasi kepada OJK dan seluruh pemangku kepentingan yang terus memberikan pendampingan kepada masyarakat melalui Program Desa EKI.
“Program ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperoleh akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal. Kami berharap sinergi ini mampu memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya. Jumat (25/7/2026).
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz menjelaskan Desa EKI merupakan salah satu strategi OJK dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke wilayah perdesaan melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, proses inkubasi menjadi tahapan penting agar akses terhadap layanan keuangan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Proses inkubasi menjadi tahapan yang sangat penting agar inklusi keuangan benar-benar menghasilkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tanjung Putri,”
“Melalui proses inkubasi, masyarakat diberikan pendampingan secara berkelanjutan agar memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Selain itu, pelaku UMKM dan usaha desa juga memperoleh pendampingan mulai dari penguatan kapasitas usaha, penyusunan pencatatan keuangan, peningkatan kualitas produk, hingga pemanfaatan pemasaran digital,” jelas Primandanu.
Melalui Program Inkubasi Desa EKI, dirinya berharap Desa Tanjung Putri dapat menjadi contoh implementasi ekosistem keuangan inklusif yang mampu memperkuat akses keuangan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Muhammad Firmansyah Permana menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat mendukung penuh pengembangan Desa EKI sebagai salah satu strategi memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Kolaborasi antara pemerintah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera. Kami berharap program ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tanjung Putri,” katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber. Perwakilan lembaga jasa keuangan dari sektor perbankan dan perasuransian di Kabupaten Kotawaringin Barat memberikan edukasi mengenai pengenalan serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sektor keuangan formal.
Selain itu, Fasilitator Rumah BUMN Palangka Raya, Tiara Ulfah memberikan pelatihan mengenai perizinan usaha, strategi pemasaran produk, hingga pengolahan produk agar memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Peserta aktif berdiskusi mengenai akses pembiayaan usaha, pengelolaan risiko melalui asuransi, strategi pengembangan produk, serta peluang memperluas pemasaran hasil usaha berbasis potensi lokal.(sct)



