Kuliah Umum Bekali Mahasiswa Agribisnis UPR Jadi Wirausaha

AKADEMIKA42 Dilihat

PALANGKARAYA – Memperkuat wawasan dan semangat kewirausahaan mahasiswa melalui pemanfaatan potensi produk lokal yang bernilai ekonomi dan berdaya saing. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar kuliah umum bertema “From Kampus to Market: Membangun Wirausaha Muda Agribisnis melalui Kreativitas dan Inovasi Produk Lokal”.

Kuliah umum tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Guru Besar Program Studi Agribisnis Universitas Palangka Raya, Prof. Dr. Ir. Evi Feronika, M.Si., serta Dr. Merty Ilona, S.P., M.P. dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Palangka Raya.

Prof. Dr. Ir. Evi Feronika, M.Si menegaskan bahwa mahasiswa agribisnis tidak hanya dituntut memahami teori dan konsep pertanian, tetapi juga harus mampu melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor pertanian maupun produk lokal daerah yang memiliki nilai tambah.

“Mahasiswa agribisnis tidak hanya dituntut memahami teori dan konsep pertanian, tetapi juga harus mampu melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor pertanian dan produk lokal daerah,”

“Kemampuan berpikir kreatif, inovatif, serta adaptif sangat penting dalam menghadapi perkembangan dunia usaha dan persaingan pasar yang semakin dinamis,” ujarnya saat menyampaikan materi, di Ballroom Gedung PPIIG Lantai 6 UPR, Kamis (04/06/2026).

Menurutnya, kreativitas dan inovasi menjadi faktor utama dalam menciptakan produk yang mampu bersaing di pasar.

Mahasiswa perlu membangun pola pikir kewirausahaan sejak dini agar mampu mengubah potensi daerah menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa sektor agribisnis memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan, terutama melalui pengolahan hasil pertanian dan pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia di Kalimantan Tengah.

Dengan inovasi yang tepat, produk lokal dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Dr. Merty Ilona menyampaikan bahwa produk lokal memiliki nilai dan potensi yang besar apabila dikembangkan dengan strategi pemasaran yang tepat serta didukung inovasi produk yang menarik dan sesuai kebutuhan konsumen.

“Produk lokal memiliki nilai dan potensi yang tinggi apabila dikembangkan dengan strategi pemasaran yang tepat serta didukung oleh inovasi produk yang menarik. Mahasiswa perlu berani memulai usaha sejak di bangku kuliah dan mampu menjadikan kekayaan lokal sebagai peluang bisnis yang bernilai ekonomi,” katanya menambahkan.

Merty menilai generasi muda memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku usaha baru yang mampu memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Menurutnya, keberanian memulai usaha harus dibarengi dengan kemampuan membaca kebutuhan pasar dan membangun identitas produk yang kuat.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa terlihat aktif mengikuti setiap sesi yang disampaikan narasumber.

Antusiasme peserta juga terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai topik, mulai dari pengembangan usaha agribisnis, strategi pemasaran produk lokal, hingga tantangan membangun usaha pada era modern.

Beragam pertanyaan yang diajukan peserta mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap dunia kewirausahaan.

Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta membuat suasana kuliah umum berlangsung dinamis sekaligus memberikan wawasan praktis yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.

“Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Palangka Raya dapat meningkatkan wawasan, motivasi, dan semangat berwirausaha dalam mengembangkan produk-produk lokal yang inovatif dan berdaya saing sehingga mampu menjadi generasi muda agribisnis yang kreatif serta siap menghadapi dunia usaha di masa depan,” tandas Merty.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *