Fashion Show Busana Adat Meriahkan Idul Adha 2026 NasDem Kalteng

POLITIK22 Dilihat

PALANGKARAYA – Momentum peringatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang digelar DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah berlangsung semarak dengan adanya lomba fashion show busana adat Nusantara di Ballroom M Daud Paloh, Lantai 3 Kantor DPW Partai NasDem Kalteng, Jalan Adonis Samad, Kota Palangka Raya, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti anggota DPRD Fraksi NasDem, pengurus partai, kader, simpatisan, hingga tamu delegasi asal Turkiye yang turut memeriahkan suasana kegiatan.

Seluruh peserta tampak antusias mengenakan pakaian adat terbaik dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Nusantara.

Suasana ballroom berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Gelak tawa, tepuk tangan, serta dukungan para tamu undangan membuat kegiatan semakin meriah dan menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpeserta.

Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh mengatakan bahwa tema dresscode Warna Nusantara dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia yang selama ini menjadi kekuatan bangsa.

“Alasan kami mengangkat tema Warna Nusantara atau pakaian tradisional Nusantara karena Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kami ingin momentum Iduladha ini tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan melalui keberagaman budaya,”

“Dengan menggunakan pakaian adat, kita menunjukkan bahwa perbedaan justru menjadi kekuatan untuk bersatu,” ujar Faridawaty di Palangka Raya, Rabu (27/5/2026).

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah itu menuturkan, keberagaman suku, adat, dan budaya harus terus dirawat serta diperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda agar tetap bangga terhadap identitas daerah masing-masing.

Menurutnya, budaya memiliki peran penting dalam memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Faridawaty juga menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan dewan juri untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan profesional berdasarkan kreativitas, penampilan, kesesuaian busana adat, hingga cara peserta membawakan pakaian tradisional yang dikenakan.

Ia mengaku bangga melihat tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut, termasuk keterlibatan mahasiswa IAKN Palangka Raya dan delegasi dari Turkiye.

“Yang saya kagumi, peserta tidak hanya dari internal kita, tetapi ada pula adik-adik mahasiswa IAKN, bahkan tamu istimewa delegasi dari negara Turkiye juga ikut berpartisipasi,”

“Ini membuktikan bahwa budaya mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan banyak orang tanpa melihat latar belakang. Kehadiran tamu dari luar negeri juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi kegiatan, para peserta tampil mengenakan berbagai pakaian adat tradisional khas daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Minang, Sumatera Utara, hingga sejumlah daerah lainnya.

Keunikan motif, warna, dan aksesoris yang digunakan peserta berhasil menarik perhatian tamu undangan.

Tidak sedikit peserta yang turut menjelaskan makna dan filosofi dari pakaian adat yang dikenakan sehingga kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi budaya.

Suasana semakin meriah ketika delegasi Turkiye ikut tampil mengenakan pakaian adat Nusantara bersama peserta lainnya.

Kehadiran delegasi Turkiye menjadi simbol persahabatan lintas budaya yang menunjukkan budaya Indonesia mampu diterima dan diapresiasi masyarakat internasional.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, melestarikan budaya daerah, dan memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada dunia internasional,” tandas Faridawaty.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *