Edukasi Bersama Masyarakat, OJK Dan BKKBN Perkuat Literasi Keuangan Keluarga

PULANG PISAU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui edukasi keuangan pada Kampung Keluarga Berkualitas di Desa Hanjak Maju, Kabupaten Pulang Pisau.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang cerdas secara finansial, mandiri, sejahtera, dan berkualitas melalui peningkatan pemahaman mengenai perencanaan serta pengelolaan keuangan keluarga.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis Buku Saku Perencanaan Pengelolaan Keuangan Keluarga kepada peserta sebagai panduan praktis agar masyarakat mampu mengelola keuangan keluarga secara lebih bijak, terencana, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Hanjak Maju, Supiani mengapresiasi penyelenggaraan edukasi keuangan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan mengelola keuangan rumah tangga.

“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan keluarga,”

“Saya berharap edukasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Hanjak Maju dalam membangun keluarga yang lebih mandiri, sejahtera, dan berkualitas,” ujar Supiani, Rabu (16/7/2026).

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz  menegaskan bahwa literasi keuangan memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

“Keluarga dengan tingkat literasi keuangan yang baik cenderung lebih mampu memenuhi kebutuhan dasar, mempersiapkan dana darurat, merencanakan pendidikan anak,”

“serta menghadapi risiko ekonomi sehingga dapat meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun keluarga yang sejahtera dan berkelanjutan,” kata Primandanu.

Menurutnya, keluarga yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan lebih siap memenuhi kebutuhan dasar, menyiapkan dana darurat, merencanakan pendidikan anak, serta menghadapi berbagai risiko ekonomi.

“Melalui kolaborasi bersama BKKBN dan berbagai pemangku kepentingan, OJK berkomitmen terus memperkuat literasi keuangan masyarakat sebagai fondasi dalam membangun keluarga yang berkualitas, mandiri, tangguh menghadapi tantangan ekonomi, serta mampu mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Tengah,” bebernya menambahkan.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Mohamad Iqbal Apriansyah, S.H., M.P.H menekankan bahwa pengelolaan keuangan merupakan tanggung jawab seluruh anggota keluarga.

Kerja sama antara suami, istri, dan anggota keluarga lainnya dinilai menjadi kunci agar setiap kebutuhan dan tujuan keuangan dapat direncanakan dengan baik.

“Setiap keluarga perlu memahami cara mengelola keuangan secara bijak, agar pengeluaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan keuangan yang telah direncanakan,” terang Iqbal.

Pada sesi edukasi, Asisten Manajer Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Layanan Manajemen Strategis Terintegrasi OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Noor Bima Haru Kurniawan, memaparkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan keluarga.

Materi yang disampaikan meliputi penetapan tujuan keuangan, penyusunan anggaran, pembentukan dana darurat, perlindungan dan investasi, serta pentingnya memastikan setiap produk dan layanan keuangan memenuhi prinsip Legal dan Logis.

Selain itu, perwakilan Lembaga Jasa Keuangan turut memperkenalkan berbagai produk dan layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung pengelolaan keuangan keluarga secara lebih aman, sesuai kebutuhan, dan berorientasi pada perencanaan jangka panjang.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *