Rektor UPR Prioritaskan Pelayanan Mahasiswa dalam Program 100 Hari

AKADEMIKA55 Dilihat

PALANGKARAYA – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., memprioritaskan peningkatan pelayanan kepada mahasiswa melalui program 100 hari kerja pada awal masa kepemimpinannya.

Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki kualitas layanan akademik, meningkatkan kenyamanan ruang perkuliahan, serta memastikan fasilitas kampus mendukung kebutuhan mahasiswa.

Prof. Bhayu Rhama menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“Fokus kita adalah memperbaiki sarana dan prasarana untuk mahasiswa. Inti dari keberadaan universitas adalah melayani mahasiswa agar mereka dapat berkembang menjadi generasi muda yang siap berkompetisi,” ujar Bhayu kepada awak media, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, peningkatan pelayanan mahasiswa tidak dapat dipisahkan dari kondisi fasilitas pembelajaran yang digunakan sehari-hari. Karena itu, pembenahan lingkungan akademik menjadi salah satu langkah awal yang disiapkan dalam agenda 100 hari kerja.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Prof. Bhayu berencana meninjau ruang-ruang kuliah di setiap fakultas. Langkah ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pembelajaran sekaligus memetakan kebutuhan yang perlu mendapat perhatian dari pihak universitas.

“Saya akan melihat ruang kelas dan mengunjungi fakultas satu per satu. Saya juga akan bertemu dengan para dekan untuk kembali mendengarkan masukan mereka,” kata Bhayu menambahkan.

Baca Juga  Seminar Nasional FMIPA UPR Hadirkan Pakar Indonesia dan Internasional

Peninjauan tersebut juga akan menjadi kesempatan bagi pimpinan universitas untuk mendengar masukan dari para dekan mengenai kebutuhan masing-masing fakultas.

Dengan demikian, program pembenahan yang disiapkan diharapkan dapat diselaraskan dengan kondisi dan aspirasi di lingkungan akademik.

Prof. Bhayu ingin visi dan misi yang disampaikan saat proses pemilihan rektor dapat diterjemahkan menjadi langkah kerja yang sesuai dengan kebutuhan universitas.

Koordinasi dengan pimpinan fakultas menjadi bagian penting untuk menyamakan arah kebijakan dan memperkuat komunikasi dalam penyelenggaraan pendidikan.

Selain memperhatikan fasilitas fisik, Prof. Bhayu menetapkan kepatuhan terhadap arahan kementerian dan peningkatan pelayanan kepada mahasiswa sebagai dua hal penting dalam menjalankan kepemimpinan universitas.

“Ada dua poin penting yang menjadi perhatian saya. Pertama, patuh terhadap arahan Menteri. Kedua, bagaimana kita memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa,” tuturnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam program 100 hari kerja adalah peningkatan jaringan listrik dan internet di lingkungan kampus.

Kedua fasilitas tersebut dibutuhkan untuk mendukung kegiatan akademik serta menciptakan ruang perkuliahan yang lebih nyaman bagi mahasiswa dan tenaga pengajar.

Bhayu menjelaskan, sejumlah ruang kuliah masih memiliki keterbatasan fasilitas. Karena itu, pembenahan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan ruang belajar, termasuk melalui dukungan pendingin ruangan atau AC serta fasilitas pembelajaran yang lebih lengkap.

Baca Juga  Seminar Nasional FMIPA UPR Hadirkan Pakar Indonesia dan Internasional

“Kenapa listrik dan internet menjadi perhatian? Karena kita ingin ruang kelas lebih nyaman, termasuk dengan dukungan AC dan fasilitas yang lebih lengkap. Selama ini memang masih ada keterbatasan,” jelasnya lebih dalam lagi.

Di sisi lain, peningkatan pelayanan juga direncanakan melalui pembukaan saluran pengaduan Halo UPR. Fasilitas ini akan menjadi sarana komunikasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika lainnya untuk menyampaikan saran, kritik, keluhan, maupun pengaduan terkait pelayanan dan penyelenggaraan kegiatan universitas.

Melalui saluran tersebut, pimpinan UPR diharapkan dapat memperoleh masukan secara langsung dari warga kampus. Informasi yang diterima nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dalam mengidentifikasi persoalan pelayanan dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

Halo UPR direncanakan dapat diakses melalui WhatsApp dan email. Bhayu juga menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan identitas pelapor agar sivitas akademika memiliki ruang untuk menyampaikan masukan mengenai pelayanan kampus.

“Untuk saran, kritik, dan pengaduan, nantinya dapat disampaikan melalui Halo UPR, baik melalui WhatsApp maupun email. Kerahasiaan pelapor akan dijaga,” ungkap Bhayu.

Program 100 hari kerja tersebut menjadi bagian dari agenda awal Prof. Bhayu setelah dilantik sebagai Rektor UPR periode 2026–2030 pada Senin (05/10/2026) oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Badri Munir Sukoco, Ph.D., di Jakarta.

Baca Juga  Seminar Nasional FMIPA UPR Hadirkan Pakar Indonesia dan Internasional

Pada awal kepemimpinannya, Prof. Bhayu menyatakan komitmen untuk melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus memperkuat pembenahan internal universitas.

Peningkatan fasilitas pembelajaran, penguatan jaringan listrik dan internet, serta rencana pembukaan Halo UPR menjadi sejumlah langkah yang disiapkan untuk mendukung pelayanan kampus.

Melalui agenda tersebut, UPR menempatkan kebutuhan mahasiswa sebagai salah satu fokus dalam pembenahan lingkungan akademik. Peninjauan fasilitas, komunikasi dengan pimpinan fakultas, dan penyediaan saluran pengaduan menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika.

“Inti dari keberadaan universitas adalah melayani mahasiswa agar mereka dapat berkembang menjadi generasi muda yang siap berkompetisi,” tandas Bhayu.(sct)

+ posts