Wabub Barsel Hadir di Balai Adat Ngebas Baya

BUNTOK – Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, S.T., M.T., menghadiri acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Balai Adat Ngebas Baya di Desa Bipak Kali, Kecamatan Gunung Bintang Awai.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat setempat menjaga serta melestarikan adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ketua Mantir Adat Desa Bipak Kali, Amir Mahmud, S.Ag., dalam laporannya menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut juga merupakan pelaksanaan visi dan misi Mantir Adat Desa Bipak Kali.

Visi dan misi itu diarahkan untuk menggali, mengembangkan, serta melestarikan nilai-nilai adat istiadat agar masyarakat menjadi insan berkualitas, berbudi luhur, bermartabat, cinta tanah air, dan menghargai alam lingkungan.

Menurut Amir, adat dan budaya juga diharapkan dapat menjadi landasan moral dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Barito Selatan. Dengan demikian, pelestarian tradisi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan adat, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter dan kehidupan bermasyarakat.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut turut memiliki tujuan melaksanakan ritual “Mepas Baya”. Ritual ini dimaksudkan agar segala hawa negatif segera ditanggalkan serta masyarakat dijauhkan dari penyakit, kesialan, dan sengketa. Pelaksanaannya dilakukan oleh wadian sebagai bagian dari rangkaian kegiatan adat.

Amir menyampaikan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama 20 hari, mulai 20 September hingga 10 Oktober 2026, dalam suasana aman dan terkendali.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sehingga keberadaan Balai Adat Ngebas Baya tetap menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat tradisi dan kebersamaan.

Karena itu, Amir memohon dukungan dari seluruh pihak agar penyelenggaraan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang dapat berjalan dengan baik.

Dukungan bersama dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus memperkuat komitmen masyarakat dalam melestarikan adat istiadat di Desa Bipak Kali.

Dalam sambutannya, Khristianto Yudha mengaku senang dapat hadir dan bertemu langsung dengan masyarakat Desa Bipak Kali. Ia mengatakan, kunjungan ke desa bukan sekadar menghadiri sebuah acara, melainkan juga merasakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang menjadi kekuatan masyarakat Barito Selatan.

Menurut Khristianto, perubahan zaman perlu disikapi dengan tetap menjaga identitas budaya daerah. Anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan beragam informasi.

Karena itu, pengenalan adat dan budaya kepada generasi muda perlu terus dilakukan agar mereka tidak hanya mengenal budaya dari luar, tetapi juga memahami tradisi yang telah lama hidup di lingkungan tempat tinggalnya.

Ia menilai kegiatan yang dilaksanakan masyarakat Bipak Kali merupakan salah satu bentuk nyata pelestarian budaya. Adat tidak cukup hanya disimpan sebagai cerita atau dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi perlu terus dijalankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui kehidupan masyarakat.

“Kepada para orang tua dan tokoh adat, teruslah ajarkan kepada anak-anak kita tentang adat, tentang sopan santun, tentang menghormati orang tua, tentang hidup bersama dan saling membantu, karena adat bukan hanya soal upacara dan tradisi, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari,” harapnya. Sabtu (10/10/2026).

Khristianto juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Selatan mendukung kegiatan pelestarian adat dan budaya seperti yang dilaksanakan masyarakat Desa Bipak Kali. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam pembangunan daerah. Keterlibatan masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan kerukunan menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Ia menegaskan, kerukunan masyarakat merupakan salah satu unsur yang membuat adat dan budaya tetap hidup. Karena itu, masyarakat diharapkan terus menjaga persaudaraan serta merawat warisan adat yang telah diterima dari generasi sebelumnya.

“Jangan karena berbeda pilihan, berbeda pendapat, atau berbeda latar belakang, kita menjadi saling menjauh. Kita semua tetap satu keluarga besar masyarakat Barito Selatan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Khristianto berharap Balai Adat Ngebas Baya tidak hanya bertambah usia, tetapi juga semakin kuat manfaat dan perannya bagi masyarakat.

Keberadaan balai adat diharapkan terus menjadi tempat untuk menjaga nilai-nilai budaya, mempererat hubungan kekeluargaan, serta mewariskan tradisi kepada generasi muda.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mempertahankan nilai adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan terus mengenalkan tradisi kepada anak-anak, warisan budaya daerah diharapkan tetap terpelihara di tengah perubahan zaman,” tandas Khristianto.(sct)

+ posts