UPR Tekankan Karakter Mahasiswa Baru Menuju Indonesia Emas 2045

AKADEMIKA82 Dilihat

PALANGKARAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa baru dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi serta mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045.

Rektor UPR Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU berharap mahasiswa baru mampu memanfaatkan masa pendidikan di perguruan tinggi untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan, terutama dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

“Tentunya kita juga berharap mahasiswa baru ini nantinya dapat meraih kesuksesannya, terlebih dalam mempersiapkan Indonesia Emas di 2045 mendatang,” kata Prof. Salampak saat pembukaan kegiatan PKKMB 2026 di halaman Rektorat UPR, Senin (10/08/2026).

Menurutnya, pelaksanaan PKKMB menjadi tahapan awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, organisasi dan struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran, serta kehidupan kemahasiswaan.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembekalan agar mahasiswa memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari sivitas akademika.

Keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki karakter, integritas, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di lingkungan sosial dan pendidikan.

Karena itu, Prof. Salampak mengingatkan mahasiswa baru untuk menjauhi tiga dosa besar di lingkungan pendidikan, yakni perundungan atau bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi. Ketiganya dinilai dapat mengganggu terciptanya lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Selain itu, mahasiswa baru diimbau menghindari penyalahgunaan narkoba, judi online, dan pinjaman online serta diharapkan dapat lebih fokus menjalani pendidikan, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan setelah menyelesaikan studi.

Prof. Salampak juga menilai tantangan yang akan dihadapi mahasiswa ke depan semakin berat. Dunia kerja dan kehidupan masyarakat membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga kesiapan untuk bekerja dan berkontribusi secara nyata.

Dijelaskanya lebih dalam bahwa pada PKKMB UPR 2026, jumlah mahasiswa baru tercatat sebanyak 3.542 orang. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Selain peningkatan jumlah peserta, sebaran daerah asal mahasiswa baru juga semakin luas.

Prof. Salampak menyebut terdapat sekitar 500 mahasiswa baru yang berasal dari luar Provinsi Kalimantan Tengah dan tahun ini, mahasiswa baru UPR tercatat berasal dari 27 provinsi di Indonesia.

Menurutnya, keberagaman asal daerah tersebut menjadi bagian dari dinamika kehidupan kampus. Mahasiswa dari berbagai daerah diharapkan mampu saling menghormati dan menghargai perbedaan selama menjalani pendidikan di UPR.

“Kita berharap mahasiswa baru ini ke depannya dapat saling menghormati, menghargai, serta menjunjung tinggi falsafah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” katanya lebih dalam lagi.

Prof. Salampak juga menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah merupakan daerah yang nyaman bagi mahasiswa dari berbagai daerah. Meningkatnya jumlah mahasiswa luar provinsi yang memilih UPR menunjukkan semakin luasnya keberagaman mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran melalui Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalteng, Hj. Lisda Arriyanna, S.Sos., menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah.

“Sesuai dengan misi yakni meningkatkan pendidikan untuk sumber daya manusia yang beretika melalui pendidikan inklusif sesuai kaidah belum bahadat dan tegak lurus dengan Asta Cita Presiden RI, mulai membangun dari pedalaman, desa hingga perkotaan,” kata Lisda.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak ingin ada putra dan putri daerah yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun layanan dasar lainnya.

Menurut Lisda, pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pengembangan UPR sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah.

Dukungan terhadap pendidikan dinilai penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, beretika, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Lisda juga berpesan kepada mahasiswa baru agar menjauhi pergaulan bebas, tindakan asusila, judi online, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai perilaku negatif lainnya.

Mahasiswa diharapkan menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang untuk belajar, mengembangkan diri, dan mempersiapkan masa depan.

“Saya berpesan, jadikan kampus sebagai tempat dalam mewujudkan cita-cita, ilmu sebagai bekal perjalanan dan pengabdian sebagai tujuan,” tutup Lisda.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *