Relawan Palangka Raya Perkuat Sosialisasi Pencegahan Kebakaran 

PALANGKA RAYA62 Dilihat

PALANGKARAYA – Puluhan organisasi relawan pemadam kebakaran, rescue, dan Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) se-Kota Palangka Raya menggelar konvoi bersama sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan sekaligus menandai dimulainya penggencaran sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Konvoi yang melibatkan berbagai organisasi relawan itu juga menjadi momentum untuk mempererat koordinasi antarpersonel, sehingga pelaksanaan edukasi dan pencegahan kebakaran di lingkungan masyarakat dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan.

Ketua Panitia, Dede Septa Jaya mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian agenda resmi forum relawan yang memiliki nilai strategis, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, seluruh relawan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran.

“Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan resmi forum untuk mempererat kebersamaan antar relawan, kemudian tak hanya itu, ini tanda dimulainya penggencaran sosialisasi terkait antisipasi kebakaran permukiman dan lahan ke lingkungan mereka masing-masing, mengingat mereka memiliki posko yang sangat dekat dan bersentuhan langsung dengan masyarakat lebih luas,” ujarnya. Jumat (17/7/2026).

Dede menilai keberadaan posko relawan yang tersebar di berbagai wilayah menjadi kekuatan tersendiri dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.

Kedekatan relawan dengan warga diharapkan mampu mempercepat penyebaran informasi mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya kewaspadaan sejak dini.

Disisi lain, Sekretaris Panitia, Rachamni Arif menyampaikan bahwa konvoi bersama juga memiliki makna khusus sebagai bentuk partisipasi para relawan dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya.

“Konvoi ini juga dalam rangka mengingat HUT Pemerintah Kota Palangka Raya ke-61 dan hari jadi ke-69 Kota Palangka Raya yang dipersembahkan oleh para relawan,” ucap Arif.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan relawan menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat upaya pencegahan kebakaran.

“Sinergi ini diharapkan tidak hanya terjalin saat penanganan insiden, tetapi juga dalam kegiatan edukasi dan langkah-langkah preventif di tengah masyarakat,” Urianinu.

Menurut Urianinu, salah satu bentuk kolaborasi yang dapat terus diperkuat ialah melalui sosialisasi yang dilakukan relawan di lingkungan posko masing-masing.

Dengan cara tersebut, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai potensi risiko kebakaran sekaligus mengetahui langkah antisipasi yang harus dilakukan.

Ia menilai kedekatan relawan dengan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun kesadaran kolektif.

Edukasi yang disampaikan secara langsung dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kewaspadaan warga, sehingga potensi kerugian akibat kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan, dapat diminimalkan.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah bersama organisasi relawan diharapkan semakin memperkuat koordinasi dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan, khususnya di sekitar kawasan permukiman, melalui edukasi dan sosialisasi yang aktif kepada masyarakat.

“Dengan kedekatan relawan bersama masyarakat, edukasi yang diberikan diharapkan semakin efektif untuk meningkatkan kewaspadaan warga. Sinergi yang kuat antara pemerintah, BPBD,”

“Dinas Pemadam Kebakaran, dan seluruh relawan menjadi langkah penting dalam meminimalisir potensi kebakaran lahan maupun permukiman melalui kegiatan sosialisasi yang berkesinambungan di lingkungan sekitar posko relawan,” tutup Urianinu.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *