PKKMB FKIP UPR 2026 Bangun Karakter Mahasiswa Sejak Awal Perkuliahan

AKADEMIKA37 Dilihat

PALANGKARAYA – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun kedekatan sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (FKIP UPR).

Dekan FKIP UPR, Dr. Rinto Alexandro, S.E., M.M. mengatakan bahwa memasuki perguruan tinggi bukan semata-mata tentang memperoleh pengetahuan akademik. Mahasiswa juga perlu mempersiapkan diri untuk membangun karakter, integritas, kemandirian, serta rasa tanggung jawab selama menjalani pendidikan.

“Mahasiswa harus memahami bahwa memasuki perguruan tinggi bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang membangun karakter, integritas, kemandirian, dan tanggung jawab,” kata Rinto, Selasa (11/08/2026).

Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses awal mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.

PKKMB UPR 2026 diharapkan mampu memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan akademik sekaligus berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di FKIP UPR.

Rangkaian PKKMB FKIP UPR mencakup pembukaan serta pemaparan berbagai materi yang berkaitan dengan layanan dan etika akademik.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan alur Uang Kuliah Tunggal (UKT), Iuran Pengembangan Institusi (IPI), sarana dan prasarana, serta Zona Integritas FKIP UPR.

Selain itu, materi mengenai kode etik mahasiswa, kepemimpinan, dan organisasi turut diberikan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan kampus.

Materi FKIP Berdampak dan Alumni Berkontribusi juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Rinto menjelaskan, berbagai materi tersebut dirancang untuk membangun karakter, kebersamaan, dan semangat mahasiswa baru.

Dengan pemahaman yang baik sejak awal, mahasiswa diharapkan dapat menjalani proses pendidikan secara lebih terarah dan bertanggung jawab.

“PKKMB menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami lingkungan akademik, layanan yang tersedia, etika dalam kehidupan kampus, serta berbagai kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan diri,” ujarnya menambahkan.

Di tengah perkembangan arus teknologi dan perubahan lingkungan pendidikan yang semakin dinamis, mahasiswa baru juga diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran serta pengembangan kemampuan mahasiswa.

Pemanfaatan teknologi secara tepat dinilai dapat membantu mahasiswa memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan belajar, serta menyesuaikan diri dengan tuntutan pendidikan yang terus berkembang.

“Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” bebernya menambahkan.

Di luar kegiatan akademik, mahasiswa baru juga didorong untuk aktif mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Organisasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kompetisi, maupun kegiatan pengembangan diri lainnya menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan untuk membangun pengalaman.

Menurut Rinto, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas tersebut dapat melengkapi pembelajaran yang diperoleh di ruang kuliah.

Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi akademik, tetapi juga perlu mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, memimpin, serta menyelesaikan persoalan.

“Mahasiswa perlu memanfaatkan berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia, baik melalui kegiatan kemahasiswaan, organisasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kompetisi, maupun kegiatan lainnya,” katanya lebih dalam lagi.

Melalui rangkaian PKKMB UPR 2026, FKIP UPR berupaya membangun ekosistem akademik yang positif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa.

Lingkungan tersebut diharapkan mampu mendukung mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah menyelesaikan studi.

Rinto berharap mahasiswa baru dapat menjadikan PKKMB sebagai titik awal untuk membangun semangat belajar dan komitmen selama menempuh pendidikan di FKIP UPR.

Proses ini ujarnya lebih dalam lagi diharapkan tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga lulusan dengan karakter dan daya saing yang baik.

“Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru diharapkan mampu menjalani proses pendidikan dengan semangat, tanggung jawab, serta komitmen untuk menjadi lulusan yang unggul dan berdaya saing,” tutup Rinto.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *