JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melantik sejumlah Kepala Departemen dan Kepala OJK Daerah sebagai bagian dari kesinambungan kepemimpinan, peningkatan kinerja organisasi, serta penguatan integritas lembaga dalam menghadapi dinamika sektor jasa keuangan nasional.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, di Jakarta.
Dalam sambutannya, Friderica menegaskan bahwa pelantikan pejabat struktural bukan sekadar proses administratif, melainkan langkah strategis untuk memastikan organisasi tetap berjalan efektif dan responsif terhadap tantangan yang terus berkembang di sektor jasa keuangan.
“Momentum ini bukan sekadar pergantian jabatan administratif, melainkan penegasan komitmen institusi dalam memastikan kesinambungan kepemimpinan, penguatan integritas, serta peningkatan kinerja organisasi,” kata Friderica, Selasa (03/03/2026).
Ia menekankan pentingnya peran pejabat yang baru dilantik dalam menjaga kepercayaan publik terhadap OJK sebagai lembaga pengawas sektor jasa keuangan.
Menurutnya, tanggung jawab jabatan harus dijalankan dengan profesionalisme tinggi serta keteladanan dalam bekerja.
Friderica juga mengingatkan bahwa integritas menjadi unsur utama dalam menjalankan tugas kelembagaan.
Kepercayaan publik, lanjutnya, hanya dapat dipertahankan melalui sikap konsisten, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
“Integritas harus menjadi fondasi utama, karena kepercayaan adalah modal terbesar lembaga ini,” ujarnya.
Adapun pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut meliputi Kristrianti Puji Rahayu sebagai Kepala OJK Institute (OJKI), Rudy Agus P. Raharjo sebagai Kepala Departemen Organisasi, SDM dan Budaya (DOSB), serta Parjiman sebagai Kepala OJK Provinsi Bali (KODS).
Selain itu, Misran Pasaribu dilantik sebagai Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (KOSR), Sabar Wahyono sebagai Kepala Departemen Pelindungan Konsumen (DPLK), serta Indra Salfian sebagai Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (DZPL).
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penguatan struktur organisasi guna meningkatkan efektivitas pengawasan serta kualitas layanan OJK kepada masyarakat dan pelaku industri jasa keuangan.
Pergantian kepemimpinan di sejumlah posisi strategis diharapkan mampu memperkuat koordinasi internal sekaligus meningkatkan respons kebijakan terhadap perkembangan ekonomi nasional.
Melalui penguatan organisasi tersebut, OJK menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, memperkuat pelindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan.
“Setiap amanah jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan profesionalisme, serta menjaga integritas demi keberlanjutan kepercayaan publik terhadap lembaga,” tandas Friderica.(sct)















