BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan resmi melepas kontingen yang akan mengikuti Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 di Palangka Raya.
Pelepasan dilakukan oleh Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yoga Prasetianto Utomo di Halaman Kantor Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Barito Selatan, Rabu (13/05/2026).
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen oleh Asisten Administrasi Umum Setda Barito Selatan Eko Hermansyah kepada perwakilan kontingen sebagai simbol kesiapan mengikuti ajang budaya tahunan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.
Dalam sambutan Bupati Barito Selatan yang dibacakan Yoga Prasetianto Utomo menyampaikan bahwa budaya memiliki peran penting dalam membangun citra, identitas, dan martabat suatu daerah di tengah perkembangan globalisasi yang semakin pesat.
Menurutnya, keberhasilan budaya Korea Selatan menembus pasar dunia melalui fenomena Korean Wave atau Hallyu menjadi bukti bahwa budaya dapat menjadi kekuatan besar dalam memperkenalkan identitas bangsa kepada masyarakat internasional.
“Di era globalisasi yang semakin berkembang pesat, budaya memiliki kekuatan yang sangat besar dalam membangun citra dan martabat suatu bangsa. Salah satu contoh nyata adalah fenomena Korean Wave atau Hallyu, yaitu gelombang budaya Korea Selatan yang mampu dikenal dan diterima masyarakat dunia melalui seni, musik, film, hingga gaya hidup,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya daerah melalui berbagai kegiatan kebudayaan, salah satunya Festival Budaya Isen Mulang yang rutin digelar setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Selain menjadi agenda budaya tahunan daerah, Festival Budaya Isen Mulang juga telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara sebagai salah satu dari 110 event unggulan nasional yang dikurasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Tahun ini, FBIM mengusung tema “Culture for Dignity” atau Budaya untuk Martabat. Tema tersebut mencerminkan makna bahwa budaya tidak hanya menjadi warisan leluhur yang harus dijaga, tetapi juga menjadi sumber kehormatan, identitas, dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.
Melalui momentum tersebut, pihaknya berpesan agar seluruh kontingen Kabupaten Barito Selatan mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat persaudaraan antardaerah.
“Kontingen Kabupaten Barito Selatan agar mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, sportivitas, dan rasa persaudaraan, bukan semata-mata untuk mengejar prestasi ataupun penghargaan, melainkan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan mengangkat budaya daerah agar semakin dikenal luas,” katanya menambahkan.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menunjukkan karakter masyarakat Barito Selatan yang ramah, berbudaya, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
“Saya yakin dan percaya, dengan semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh kontingen, Kabupaten Barito Selatan mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa nama daerah dengan penuh kebanggaan,” tandas Yoga.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Barito Selatan sekaligus Ketua Panitia, Ripaltha melaporkan bahwa Kabupaten Barito Selatan mengirimkan kontingen untuk mengikuti tujuh cabang yang diperlombakan pada Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2026.
Cabang tersebut meliputi Lomba Balogo, Habayang, Manyipet, Mangaruhi, Manjawet Uwei, Karnaval Budaya, serta Pemilihan Jagau Nyai Kalimantan Tengah.(sct)


















