FKIP UPR Tanamkan Kepedulian Sosial bagi Mahasiswa Baru

AKADEMIKA37 Dilihat

PALANGKARAYA – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan lingkungan akademik, tetapi juga menanamkan kepedulian sosial melalui program unggulan FKIP Berdampak.

Sebanyak 853 mahasiswa baru FKIP UPR dilibatkan dalam kegiatan penyaluran tali asih kepada dua panti asuhan di Kota Palangka Raya, yakni Panti Asuhan Imanuel dan Panti Asuhan Darul Amin.

Dekan FKIP UPR, Dr. Rinto Alexandro, S.E., M.M melalui Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UPR, Dr. Fendahapsari Singgih Sendayu, M.Pd, mengatakan bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut berupa alat tulis kantor (ATK), pakaian layak pakai, dan paket sembako.

“Semua bantuan ini merupakan bentuk tali asih atau bantuan sosial. Dua panti asuhan ini kami pilih sebagai bagian dari upaya FKIP memperluas manfaat kegiatan PKKMB kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di panti asuhan,” ujar Fendahapsari, Rabu (12/8/2026).

Menurut Fendahapsari, program FKIP Berdampak merupakan salah satu program unggulan fakultas yang diarahkan untuk memperkuat kontribusi sivitas akademika kepada masyarakat.

Melalui kegiatan sosial sejak awal masa perkuliahan, mahasiswa baru diperkenalkan pada nilai kepedulian, solidaritas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa selama menempuh pendidikan di FKIP UPR.

“Kita ingin menjadikan mahasiswa baru FKIP tahun ini benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat. Terutama melalui kegiatan PKKMB. Mereka kita dorong untuk menunjukkan nilai kepedulian sosial sejak awal memasuki kehidupan kampus,” jelasnya.

Fendahapsari menegaskan, FKIP Berdampak tidak berhenti pada penyaluran bantuan sosial. Program tersebut akan dikembangkan agar mahasiswa dapat terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.

FKIP akan mengembangkan kegiatan berikutnya seperti pendampingan pendidikan, kegiatan literasi, pelatihan keterampilan, edukasi, atau kegiatan lain sesuai kebutuhan masyarakat yang diperlukan.

Pengembangan program ini sejalan dengan peran FKIP sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menyiapkan mahasiswa dari sisi akademik, tetapi juga membentuk calon pendidik yang memiliki kepekaan terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya.

Pihaknya berharap pengalaman mahasiswa dalam kegiatan sosial sejak PKKMB dapat menjadi awal bagi tumbuhnya kepedulian yang terus dibawa selama menjalani kehidupan akademik.

Mahasiswa juga diharapkan mampu memanfaatkan berbagai kesempatan untuk berkontribusi melalui kompetensi yang dimiliki.

Pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Karena itu, kegiatan kemahasiswaan perlu diarahkan agar memiliki nilai pembelajaran sekaligus dampak sosial,” tutupnya.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *