Bryan Dukung Target Penurunan Stunting di Kalteng

PALANGKARAYA – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dalam menekan angka stunting mendapat dukungan dari DPRD Kalimantan Tengah.

Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, Bryan Iskandar menilai percepatan penurunan stunting memerlukan kerja bersama lintas sektor agar hasil yang dicapai lebih optimal dan berkelanjutan.

“Persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain yang saling berkaitan,”

“Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan,” kata Bryan belum lama ini.

Stunting bukan hanya persoalan gizi semata. Di dalamnya juga ada aspek pendidikan, pola asuh keluarga, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Karena itu, tidak bisa hanya Dinas Kesehatan yang bekerja sendiri.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting sangat bergantung pada sinergi program yang dijalankan oleh perangkat daerah.

Pendekatan yang terintegrasi dinilai penting agar setiap faktor penyebab stunting dapat ditangani secara bersamaan dan tepat sasaran.

Bryan menegaskan perlunya kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta pemerintah kabupaten dan kota dalam menjalankan program percepatan penurunan stunting.

Dengan dukungan seluruh pihak, berbagai intervensi yang dilakukan diyakini akan memberikan dampak yang lebih signifikan bagi masyarakat.

“Semua pihak harus memiliki komitmen yang sama. DPRD sendiri siap memberikan dukungan, baik dari sisi kebijakan, pengawasan, maupun alokasi anggaran,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, peran DPRD tidak hanya sebatas mendukung dari sisi regulasi dan anggaran, tetapi juga memastikan program yang dijalankan benar-benar menyentuh kelompok sasaran yang membutuhkan.

Pengawasan yang efektif dinilai penting agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.

Bryan juga menilai bahwa upaya penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang yang sangat strategis bagi pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.

Generasi yang tumbuh sehat dan mendapatkan asupan gizi yang baik akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal.

Menurutnya lagi, keberhasilan menurunkan angka stunting akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan, produktivitas, dan daya saing daerah di masa mendatang.

Karena itu, komitmen seluruh pihak perlu terus diperkuat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Dirinya berharap berbagai program yang telah disusun pemerintah dapat dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Jika stunting dapat ditekan secara signifikan, maka Kalteng akan memiliki generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Itulah tujuan utama kita,” pungkasnya, tutupnya.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *