PALANGKARAYA – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Hero Harappano Mandouw menekankan pentingnya penguatan program pelatihan vokasi sebagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran serta meningkatkan daya saing masyarakat di daerah.
“Pelatihan keterampilan atau vokasi itu penting, karena bisa langsung membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya di Palangka Raya belum lama ini.
Menurutnya, peningkatan keterampilan masyarakat harus menjadi agenda prioritas pemerintah daerah apabila ingin menciptakan sumber daya manusia yang mandiri dan mampu bersaing di dunia kerja.
Hero menjelaskan, masih banyak lulusan pendidikan formal yang belum mampu langsung terserap di dunia kerja karena minimnya keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Dirinya menilai, ijazah saja tidak cukup tanpa didukung kemampuan praktis yang dapat diaplikasikan secara langsung di lapangan kerja.
“Seringkali kita temui, ijazah tidak cukup. Tanpa keahlian, sulit menembus dunia kerja,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar program pelatihan vokasi disusun berdasarkan potensi dan karakteristik wilayah masing-masing, sehingga keterampilan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal supaya hasilnya bisa langsung diterapkan,” katanya.
Hero juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya berfokus pada jumlah peserta pelatihan, tetapi juga kualitas program serta keberlanjutan manfaat yang diterima peserta setelah pelatihan selesai.
“Kita ingin pelatihan ini bukan hanya sekadar program, tapi memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan peserta,” sebutnya.
Ia berharap pelatihan vokasi yang berjalan optimal dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
“Kalau pelatihan berjalan baik, masyarakat akan lebih percaya diri dan punya bekal untuk mandiri secara ekonomi,” tandasnya.(red/sct)

















