TOKYO, JEPANG – Guna memperluas jejaring internasional dan memperkuat kolaborasi riset lingkungan berbasis lahan tropis. Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU melakukan kunjungan kerja ke Tokyo University of Agriculture (Tokyo NODAI), Jepang, pada 23–27 Maret 2026.
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis UPR dalam mewujudkan visi menuju World Class University, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.
Dalam rangkaian kegiatan, Rektor UPR didampingi Dekan FEB Dr. Sunaryo Neneng, Direktur PPIIG Hendrik Segah, serta Koordinator Legal UPR Dr. Kiki Kristianto, mengikuti berbagai agenda akademik dan diskusi kolaboratif bersama pihak Tokyo NODAI.
Prof. Salampak, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi global dalam pengembangan riset dan inovasi di bidang lingkungan.
“Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi UPR untuk membawa kearifan lokal Kalimantan, khususnya ekosistem gambut, ke panggung sains global melalui kemitraan strategis,” ujar Salampak.
Agenda diawali dengan pertemuan bersama Center for Global Initiatives dan jajaran Faculty of Regional Environment Science Tokyo NODAI, yang membahas integrasi teknologi mutakhir dalam menjawab isu lingkungan regional dan global.
Delegasi UPR juga meninjau langsung fasilitas laboratorium unggulan sebagai referensi pengembangan riset dan inovasi yang dapat diadaptasi di Indonesia.
Dalam forum ilmiah Science Café yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Lingkungan Regional Tokyo NODAI, Rektor UPR bersama Direktur PPIIG memaparkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) UPR yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan di wilayah lahan basah dan gambut.
Paparan tersebut juga memperkenalkan Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) Sebangau serta peran PPIIG dalam inovasi restorasi gambut yang telah menarik perhatian peneliti internasional.
Kegiatan ini turut menghadirkan akademisi Tokyo NODAI yang mempresentasikan riset terkait kehutanan tropis, nutrisi tanah, teknologi penginderaan jauh, serta estimasi cadangan karbon pada ekosistem gambut.
Partisipasi UPR dalam forum tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi aktif universitas dalam pengembangan riset lingkungan dan perubahan iklim di tingkat global.
Puncak kunjungan ditandai dengan pertemuan resmi antara Rektor UPR dan Presiden Tokyo NODAI, Prof. Fumio Eguchi, yang menghasilkan sejumlah komitmen kerja sama strategis.
Kerja sama tersebut meliputi kolaborasi riset terpadu di bidang lingkungan dan ketahanan pangan, program pertukaran mahasiswa dan staf pengajar, serta penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi bersama.
“Kami optimis kemitraan ini akan melahirkan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diskursus lingkungan internasional,” tandas Salampak.(*)


















