UPR Kukuhkan Guru Besar Agribisnis Berbasis Lahan Gambut

AKADEMIKA43 Dilihat

PALANGKARAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Evi Feronika Elbaar, MSi sebagai Guru Besar dalam bidang Agribisnis dan Pertanian Berkelanjutan pada Sidang Senat Terbuka di Aula Rahan, Gedung Rektorat UPR, Rabu pagi.

Prosesi pengukuhan dipimpin Ketua Senat UPR, Prof. Dr. Petrus Poerwadi, M.S., dan dihadiri Rektor UPR Prof. Dr. Ir. Salampak, MS., IPU serta Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko bersama tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam prosesi tersebut, Rektor UPR secara resmi mengalungkan gordon kepada Prof. Evi Feronika Elbaar sebagai simbol kehormatan akademik tertinggi, menandai pengakuan atas kontribusinya di bidang agribisnis dan pertanian berkelanjutan.

Setelah pengukuhan, Prof. Evi menyampaikan orasi ilmiah bertajuk strategi transformasi agribisnis berkelanjutan di lahan gambut Kalimantan Tengah untuk mendukung ketahanan pangan.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya pendekatan inovatif yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengelolaan agribisnis di wilayah gambut yang memiliki karakteristik khusus.

“Transformasi agribisnis di lahan gambut harus dilakukan melalui pendekatan terpadu yang mengedepankan konservasi ekosistem sekaligus meningkatkan produktivitas. Hal ini penting agar ketahanan pangan dapat tercapai tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujarnya, Rabu (15/04/2026).

Ia menjelaskan bahwa lahan gambut memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan apabila dikelola secara tepat berbasis ilmu pengetahuan dan prinsip keberlanjutan.

Namun, ia mengingatkan bahwa pengelolaan yang tidak bijak berisiko menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak jangka panjang terhadap ekosistem dan produktivitas lahan.

“Pendekatan berbasis kearifan lokal juga harus menjadi bagian penting dalam pengelolaan lahan gambut, karena masyarakat setempat memiliki pengetahuan yang telah teruji dalam menjaga keseimbangan alam,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Evi menekankan pentingnya dukungan riset berkelanjutan serta penerapan teknologi tepat guna dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan gambut.

Dirinya juga menyoroti perlunya keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam sektor pertanian, sehingga transformasi agribisnis dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta menjadi kunci dalam mempercepat implementasi model agribisnis berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Rektor UPR, Prof. Salampak menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar merupakan capaian akademik tertinggi yang mencerminkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.

“Pengukuhan ini menjadi bukti komitmen UPR dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan daerah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Guru Besar diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Guru Besar memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus menghasilkan inovasi dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang strategis seperti pertanian berkelanjutan,” tandas Salampak.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *