KUALA KURUN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah membekali Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Gunung Mas dengan pemahaman mengenai investasi pasar modal melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal.
Program yang menjadi bagian dari Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2026 tersebut bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendorong pemanfaatan produk investasi yang legal, aman, dan sesuai dengan profil risiko.
Kegiatan yang digelar di Kuala Kurun itu tidak hanya memperkenalkan konsep dasar pasar modal, tetapi juga memberikan pembekalan mengenai berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, sukuk, dan reksa dana. Melalui edukasi, ASN diharapkan mampu memahami karakteristik setiap instrumen sebelum mengambil keputusan investasi.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya berharap Bapak/Ibu ASN tidak ragu untuk mulai berinvestasi pada produk pasar modal Indonesia, baik saham, obligasi, maupun reksa dana, sebagai langkah nyata dalam membangun kesejahteraan finansial di masa depan,” ujar Kepala Perwakilan BEI Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja, Kamis (9/7/2026).
Cahyo menjelaskan, Sekolah Pasar Modal dirancang tidak hanya memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga membangun keberanian peserta untuk memulai investasi secara bijak melalui produk pasar modal yang telah memiliki legalitas dan berada di bawah pengawasan otoritas.
Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu investor menentukan instrumen sesuai tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.
Data hingga April 2026 menunjukkan jumlah investor pasar modal di Provinsi Kalimantan Tengah mencapai 225.128 investor. Kabupaten Gunung Mas memberikan kontribusi sebanyak 9.127 investor atau sekitar 4,05 persen dari total investor di provinsi tersebut.
Sementara itu, nilai transaksi saham di Kabupaten Gunung Mas tercatat sebesar Rp13,84 miliar atau meningkat Rp9,04 miliar, setara 191,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengatakan peningkatan literasi investasi menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan ASN mengambil keputusan keuangan secara rasional sekaligus menghindari berbagai bentuk investasi ilegal.
“Pasar modal Indonesia hadir sebagai salah satu alternatif investasi yang legal dan transparan. Melalui instrumen seperti saham, obligasi/sukuk, reksa dana, ASN juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan asetnya secara bertahap sesuai tujuan keuangan,”
“ASN yang memiliki literasi investasi yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi serta terhindar dari jebakan investasi ilegal,” terang Primandanu.
Disisi lain, Bupati Gunung Mas yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas, Richard, ST., M.A.P. menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal bagi ASN.
“ASN sebagai pelayan masyarakat sudah semestinya memiliki literasi keuangan yang baik. Dengan pemahaman yang memadai, ASN diharapkan mampu mengelola penghasilan dan mengambil keputusan finansial secara bijak, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat dalam berinvestasi secara aman dan legal,” kata Richard.
Menurutnya, aparatur sipil negara perlu memiliki literasi keuangan yang memadai agar mampu mengelola pendapatan secara bijaksana sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dalam berinvestasi secara aman dan legal.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan OJK, pengelolaan keuangan, kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan, prinsip 2L (Legal dan Logis), edukasi pasar modal, penggunaan aplikasi online trading, dasar-dasar analisis saham, hingga tata cara pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) secara daring.
Sesi diskusi interaktif juga dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi mengenai strategi investasi bagi pemula serta pengelolaan risiko investasi.(sct)














