Hadapi Peningkatan Titik Panas Musim Kemarau, PT IFP Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

FORESTRY6 Dilihat

KAPUAS – PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah pada musim kemarau.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Kegiatan sosialisasi ini juga melibatkan MPA Desa Lahei Mangkutup dan MPA Desa Sei Gawing yang selama ini berperan sebagai garda terdepan dalam deteksi dini serta pencegahan kebakaran di tingkat desa.

Selain mempererat koordinasi, kegiatan ini juga menjadi sarana mengevaluasi kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.

Dalam pelaksanaannya, PT IFP turut menggandeng unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan sejumlah instansi terkait, di antaranya Kepolisian Sektor (Polsek), Koramil, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta Manggala Agni Kabupaten Kapuas.

Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat sistem pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah operasional perusahaan.

Materi sosialisasi mencakup pentingnya deteksi dini terhadap potensi kebakaran, tata cara pelaporan apabila ditemukan titik api, mekanisme koordinasi antarinstansi saat kondisi darurat, hingga penguatan peran aktif masyarakat dalam mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Seluruh peserta juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang semakin kering dapat mempercepat penyebaran api.

Sebagai perusahaan yang menerapkan pengelolaan hutan tanaman secara berkelanjutan, PT IFP memandang keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan sarana dan prasarana perusahaan.

Keterlibatan masyarakat serta dukungan pemerintah dan aparat menjadi faktor penting dalam mewujudkan pencegahan kebakaran yang efektif.

Melalui keberadaan Masyarakat Peduli Api, perusahaan berharap proses pemantauan kondisi lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera diidentifikasi dan ditangani sebelum meluas.

Kolaborasi tersebut juga memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan langkah-langkah pencegahan di tingkat desa.

Kegiatan sosialisasi dan koordinasi yang dilaksanakan secara rutin diharapkan semakin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan karhutla.

Selain itu ujarnya menambahkan, masyarakat diharapkan mampu bergerak cepat melaporkan setiap indikasi kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Komitmen bersama antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, Manggala Agni, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan dan lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap, serta memastikan aktivitas sosial dan ekonomi di sekitar wilayah operasional tetap berjalan dengan baik.

PT IFP menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab sekaligus mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah melalui langkah pencegahan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *